FSAI 2026: Wadah Kolaborasi Industri Film Indonesia dan Australia

FSAI 2026: Wadah Kolaborasi Industri Film Indonesia dan Australia
FSAI 2026: Wadah Kolaborasi Industri Film Indonesia dan Australia

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 07 Mei 2026 | Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2026 telah diluncurkan di Jakarta pada 22 April 2026. Acara ini dihadiri oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, yang menyatakan bahwa FSAI menjadi wadah penting bagi pelaku industri film Indonesia dan Australia untuk melakukan kolaborasi.

Latar Belakang FSAI

FSAI telah memasuki tahun ke-11 dan telah berkembang menjadi platform kolaborasi yang mempertemukan sineas dari kedua negara. Festival ini juga menjangkau penonton di berbagai kota di Indonesia. Pada tahun ini, FSAI akan digelar di 11 kota di Indonesia, termasuk Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Makassar, hingga Manado.

Tujuan FSAI

Tujuan FSAI adalah untuk memperkuat kerja sama industri film kedua negara, termasuk dalam bentuk pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas talenta, serta perluasan jaringan distribusi karya kreatif. Irene Umar menekankan bahwa kolaborasi ini dapat memperluas akses pasar, tidak hanya di tingkat domestik, tetapi juga global.

Kegiatan FSAI 2026

FSAI 2026 akan menampilkan pemutaran film, kelas master, serta program pengembangan kapasitas bagi pelaku industri kreatif. Dalam festival tersebut akan diputar lima film dari Australia dan dua film Indonesia, yakni “Rangga & Cinta” dan “JUMBO.” Selain itu, FSAI 2026 juga akan menampilkan film pendek karya alumni program Australia Awards sebagai bagian dari penguatan jejaring kreatif internasional.

Table berikut merupakan jadwal FSAI 2026 di 11 kota di Indonesia:

Kota Tanggal
Jakarta 8-10 Mei
Surabaya 11-13 Mei
Yogyakarta 14-16 Mei
Medan 17-19 Mei
Makassar 20-22 Mei
Manado 23 Mei

Dengan demikian, FSAI 2026 diharapkan dapat memperkuat kerja sama industri film Indonesia dan Australia, serta memperluas akses pasar bagi pelaku industri kreatif di kedua negara.

About Albina Potushnyak 305 Articles
Di antara hiruk pikuk kota Malang, hiduplah Albina Potushnyak, seorang penulis yang tidak sengaja menginjakkan kaki di dunia berita setelah lulus dari jurusan sastra. Ketika tidak sibuk menyelami buku sejarah dan mencari inspirasi, dia bisa ditemukan menyaksikan pertandingan e-sports sambil berteriak-teriak seperti penggemar sejati. Sejak menapakkan karirnya sejak 2019, Albina telah membuktikan bahwa bahkan mereka yang "nyasar" bisa menemukan jalan mereka sendiri dan membuatnya penuh dengan tawa dan kata-kata yang tajam.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*