Dokter: Nyeri Dada Seperti Ditusuk Tanda Ada Robekan Dinding Aorta

Dokter: Nyeri Dada Seperti Ditusuk Tanda Ada Robekan Dinding Aorta
Dokter: Nyeri Dada Seperti Ditusuk Tanda Ada Robekan Dinding Aorta

Pengenalan Gejala

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 22 Mei 2026 | Dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular Siloam Hospitals, dr. Dicky Aligheri Wartono, menjelaskan bahwa nyeri dada seperti merasakan ditusuk-tusuk merupakan salah satu gejala adanya robekan pada dinding aorta. Gejala ini bisa menyebabkan kematian secara cepat jika terlambat dalam penanganan. Ia mengatakan bahwa penyakit aorta merupakan pembuluh darah arteri dan menjadi salah satu kondisi kardiovaskular paling berbahaya yang membutuhkan penanganan cepat dalam hitungan jam.

Aortic Dissection

Aortic dissection merupakan kondisi ketika lapisan dinding aorta robek dan darah masuk ke lapisan pembuluh darah. Pada fase akut, risiko kematian dapat meningkat sekitar satu hingga dua persen setiap jam dalam 24-48 jam pertama apabila tidak mendapatkan penanganan. Aorta merupakan pembuluh darah utama yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Gangguan pada aorta seperti aneurisma aorta maupun diseksi aorta dapat berkembang tanpa gejala yang jelas hingga akhirnya menimbulkan kondisi yang mengancam jiwa.

Insidensi dan Penanganan

Secara global, insidensi acute aortic syndromes mencapai sekitar 4,8 per 100.000 orang per tahun, sementara beban penyakit aneurisma aorta di Indonesia juga terus meningkat. Di Indonesia, dari 2.500 rumah sakit, hanya sekitar 120 hingga 150 rumah sakit yang memiliki layanan bedah jantung. Namun, untuk penanganan aorta kompleks, hanya sedikit rumah sakit yang memiliki kemampuan komprehensif dan pengalaman menangani kasus dengan tingkat kesulitan tinggi.

Dicky menekankan bahwa keberhasilan penanganan kasus aorta tidak hanya ditentukan oleh satu dokter atau satu prosedur, melainkan oleh kesiapan sistem pelayanan secara menyeluruh. Penanganan optimal membutuhkan koordinasi cepat antara Unit Gawat Darurat, radiologi, dokter bedah, anestesi, ICU, tim kardiologi hingga rehabilitasi dalam satu protokol yang terintegrasi.

Pengalaman Siloam Hospitals

Memasuki lebih dari 30 tahun pelayanan kesehatan di Indonesia, Siloam Hospitals Lippo Village telah memperkuat kapabilitas layanan kardiovaskular kompleks dengan pengalaman menangani lebih dari 40 ribu kasus kompleks secara multidisiplin. Siloam Hospitals Lippo Village saat ini menjadi salah satu rumah sakit di Indonesia yang mengimplementasikan teknik Frozen Elephant Trunk (FET) yakni teknik bedah modern untuk menangani kasus aorta kompleks yang melibatkan area dada hingga perut.

Siloam didukung oleh layanan Endovascular Aortic Repair (EVAR/TEVAR), ICU kardiovaskular khusus pascaoperasi, CT Scan kardiovaskular 24 jam, serta tim multidisiplin terintegrasi yang terdiri dari spesialis bedah, kardiologi, anestesi, radiologi, dan intensive care. Melalui penguatan layanan Aortic & Advanced Cardiovascular Center, Siloam Hospitals Lippo Village berharap dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan penanganan aorta kompleks berstandar tinggi di Indonesia.

Ini juga sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan penanganan cepat pada penyakit kardiovaskular yang mengancam jiwa. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami gejala dan tanda-tanda penyakit aorta serta segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala yang mencurigakan.

About Albina Potushnyak 443 Articles
Di antara hiruk pikuk kota Malang, hiduplah Albina Potushnyak, seorang penulis yang tidak sengaja menginjakkan kaki di dunia berita setelah lulus dari jurusan sastra. Ketika tidak sibuk menyelami buku sejarah dan mencari inspirasi, dia bisa ditemukan menyaksikan pertandingan e-sports sambil berteriak-teriak seperti penggemar sejati. Sejak menapakkan karirnya sejak 2019, Albina telah membuktikan bahwa bahkan mereka yang "nyasar" bisa menemukan jalan mereka sendiri dan membuatnya penuh dengan tawa dan kata-kata yang tajam.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*