DLH DKI Sebut Respons Warga Soal Program Pilah Sampah Kian Positif

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 01 Juni 2026 | Program pilah sampah dari rumah yang diluncurkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah menunjukkan respons dan partisipasi masyarakat yang positif. Menurut Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah menjadi fondasi penting untuk mengurangi volume sampah tercampur yang masuk ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) hingga Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang secara bertahap dan berkelanjutan.

Latar Belakang Program

Program pilah sampah dari rumah ini diluncurkan sebagai upaya untuk mengurangi beban TPST Bantar Gebang yang akan hanya menerima sampah residu mulai Agustus 2026. Dalam program ini, masyarakat diharapkan untuk memilah sampah mereka menjadi sampah organik dan non-organik. Sampah organik akan diolah menjadi bubur organik pakan manggot dan pupuk kompos, sedangkan sampah non-organik akan diolah menjadi bahan lain yang dapat digunakan kembali.

Implementasi Program

Implementasi program pilah sampah dari rumah ini masih berfokus pada tahap sosialisasi, edukasi, serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung pemilahan sampah. Pihak DLH DKI Jakarta telah membangun pusat pengolahan sampah organik yang dapat mengolah sekitar 50 ton sampah per hari. Pusat pengolahan sampah ini ditargetkan dapat mengurangi volume sampah tercampur yang masuk ke TPS dan TPST Bantar Gebang.

Partisipasi Masyarakat

Partisipasi masyarakat dalam program pilah sampah dari rumah ini telah menunjukkan tren positif. Masyarakat telah mulai memilah sampah mereka dan mengumpulkan sampah organik dan non-organik secara terpisah. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat telah mulai memahami pentingnya memilah sampah dan mengurangi volume sampah tercampur yang masuk ke TPS dan TPST Bantar Gebang.

Kontribusi Program

Program pilah sampah dari rumah ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi volume sampah tercampur yang masuk ke TPS dan TPST Bantar Gebang. Dengan demikian, program ini dapat membantu mengurangi beban TPST Bantar Gebang dan mengurangi dampak lingkungan yang negatif. Selain itu, program ini juga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memilah sampah dan mengurangi volume sampah tercampur.

Program pilah sampah dari rumah ini merupakan contoh nyata dari upaya pemerintah dalam mengurangi volume sampah tercampur yang masuk ke TPS dan TPST Bantar Gebang. Dengan partisipasi masyarakat yang positif, program ini dapat membantu mengurangi dampak lingkungan yang negatif dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memilah sampah.

About Albina Potushnyak 510 Articles
Di antara hiruk pikuk kota Malang, hiduplah Albina Potushnyak, seorang penulis yang tidak sengaja menginjakkan kaki di dunia berita setelah lulus dari jurusan sastra. Ketika tidak sibuk menyelami buku sejarah dan mencari inspirasi, dia bisa ditemukan menyaksikan pertandingan e-sports sambil berteriak-teriak seperti penggemar sejati. Sejak menapakkan karirnya sejak 2019, Albina telah membuktikan bahwa bahkan mereka yang "nyasar" bisa menemukan jalan mereka sendiri dan membuatnya penuh dengan tawa dan kata-kata yang tajam.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*