Situs Portal Berita Stiperamuntai – 16 Mei 2026 | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluas kemitraan internasional dengan beberapa kota di negara lain, seperti Shenzhen (Tiongkok), Seoul (Korea Selatan), Tokyo, dan Kyoto (Jepang). Hal ini dilakukan melalui kunjungan kerja Gubernur DKI Pramono Anung ke tiga negara tersebut pada 22-28 April 2026.
Latar Belakang
DKI Jakarta memiliki visi untuk menjadi kota kelas dunia yang layak huni dan berkelanjutan bagi semua warganya. Oleh karena itu, pemerintah provinsi membutuhkan kolaborasi lintas kota dan dukungan mitra internasional untuk mencapai tujuan tersebut.
Agenda Strategis
Sejumlah agenda strategis yang dijalani Pramono antara lain pertemuan bilateral dengan Executive Mayor of Shenzhen, pertemuan dengan Pemerintah Kota Shenzhen dan Shenzhen Metro, serta penandatanganan nota kesepahaman antara MRT Jakarta dan Shenzhen Metro.
Gubernur DKI juga dijadwalkan menghadiri JIEP Business Matching Forum 2026 dan “roundtable discussion” bersama Shenzhen Qianhai AI Industry Association, serta mengunjungi Qianhai Exhibition Hall dan bertemu dengan pimpinan Qianhai Administration Bureau.
Manfaat Kemitraan
Rangkaian kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan peluang kerja sama dan investasi di Jakarta. Di Seoul, agenda kunjungan mencakup penandatanganan nota kesepahaman antara Jakarta dan Jeju, kunjungan ke Seoul Boramae Medical Center, serta Healing Breeze Clinic.
Kunjungan ke dua fasilitas kesehatan ini menjadi bagian dari penjajakan kerja sama dan benchmark bagi pengembangan pelayanan kesehatan di Jakarta, khususnya RS Sumber Waras.
Sementara di Jepang, Pramono dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Gubernur Tokyo untuk memperkuat kerja sama antar kota, termasuk tindak lanjut proyek inovasi hijau, diplomasi generasi muda, serta penguatan sinergi Jakarta–Tokyo dalam menjawab tantangan perkotaan di Asia.
Ia juga akan menjadi pembicara pada G-NETS Leaders Summit 2026, forum bergengsi para pemimpin kota dunia yang membahas isu keberlanjutan, ketahanan iklim, dan masa depan kota-kota global.
“Jakarta adalah laboratorium hidup transformasi perkotaan di Asia Tenggara. Tantangan iklim, banjir, kemacetan, hingga polusi udara yang kami hadapi bukan penghalang, melainkan pendorong inovasi,” kata Pramono.
Dengan kolaborasi lintas kota dan dukungan mitra internasional, Jakarta siap bertumbuh menjadi kota kelas dunia yang layak huni dan berkelanjutan bagi semua warganya.
Leave a Reply