Situs Portal Berita Stiperamuntai – 06 Mei 2026 | Sekolah Indonesia Tokyo (SIT) baru saja membuka kegiatan Bunkasai SIT Tahun 2026, yang merupakan ajang kreatif para siswa dari jenjang Taman Kanak-Kanak hingga SMA.
Latar Belakang Bunkasai SIT 2026
Bunkasai SIT 2026 yang bertemakan Wonderland Carnival ini menampilkan ragam kokurikuler atau kegiatan pembelajaran pengembangan kompetensi dan penguatan karakter melalui tiga kegiatan, yaitu Market Day, Student Exhibition, serta Showtime.
Apresiasi Dubes Kartini
Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang dan Federasi Mikronesia Nurmala Kartini Sjahrir mengapresiasi kegiatan Bunkasai ini yang menampilkan banyak hal, seperti mengangkat nilai kewirausahaan melalui Market Day, apresiasi karya melalui Student Exhibition, serta ekspresi seni melalui Showtime.
"Pendidikan yang utuh tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga tumbuh melalui pengalaman nyata, melalui interaksi, kolaborasi, kreativitas, dan keberanian untuk menampilkan diri. Dalam konteks itulah, kegiatan Bunkasai Sekolah Indonesia Tokyo (SIT) 2026 memiliki peran yang sangat strategis," demikian dikatakan Dubes Kartini.
Market Day dan Kegiatan Lainnya
Dalam acara Market Day, para siswa yang terbagi dalam beberapa kelompok dari seluruh jenjang pendidikan, ditampilkan berbagai karya kerajinan, aneka permainan dan makanan minuman ringan yang dijual kepada para pengunjung.
Selain Market Day, para siswa juga memamerkan hasil kegiatan pendidikan dan penampilan kesenian.
Pesan Dubes Kartini kepada Siswa
Dubes Kartini berpesan kepada para siswa kedepannya untuk mampu menjadi duta bangsa dalam menjembatani dua peradaban yaitu Indonesia dan Jepang.
"Jepang merupakan negara dengan budaya yang kaya, disiplin yang tinggi, dan inovasi yang luar biasa. Pada saat yang sama, kita semua juga membawa identitas Indonesia yang penuh nilai, keberagaman, dan kearifan lokal dari berbagai suku bangsa dalam diri kita. Semua yang ada di Sekolah Indonesia Tokyo ini adalah duta-duta bangsa yang kelak akan memainkan peran penting dalam hubungan antarnegara," tegasnya.
Atase Pendidikan KBRI Tokyo Amzul Rifin menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran bagi siswa SIT, khususnya dalam mengembangkan kreativitas, kemampuan bekerja sama, serta jiwa kewirausahaan.
"Dalam proses pembelajaran tersebut, kesalahan merupakan hal yang wajar dan dapat menjadi sarana pembelajaran. Namun demikian, sikap tidak jujur atau berbohong tidak dapat ditoleransi," terang Amzul Rifin.
Kegiatan kokurikuler dalam bentuk bunkasai SIT 2026 ini mengundang minat sejumlah orang tua para siswa yang hadir menyaksikan dan berinteraksi langsung dengan para siswa khususnya dalam kegiatan Market Day.
Leave a Reply