Belajar dari Panthéon, Mendorong Museum Indonesia untuk Lebih dari Sekadar Simpan Benda

Belajar dari Panthéon, Mendorong Museum Indonesia untuk Lebih dari Sekadar Simpan Benda
Belajar dari Panthéon, Mendorong Museum Indonesia untuk Lebih dari Sekadar Simpan Benda

Pengelolaan Situs Sejarah di Prancis

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 06 Mei 2026 | Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, baru-baru ini mengunjungi Panthéon, salah satu situs sejarah paling penting di Prancis. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari cara Prancis mengelola warisan sejarah, ruang memori publik, dan museum agar tetap hidup di mata masyarakat.

Panthéon bukan hanya bangunan tua, tetapi juga tempat Prancis merawat ingatan kolektif bangsa. Beberapa tokoh besar dimakamkan di tempat ini, seperti Voltaire, J.J. Rousseau, Victor Hugo, Émile Zola, dan Marie Curie.

Pelajaran untuk Indonesia

Fadli Zon menyatakan bahwa pengelolaan situs seperti Panthéon memberi pelajaran penting bagi Indonesia. Menurutnya, ruang sejarah tidak cukup hanya dijaga secara fisik, tetapi juga harus diperkuat dengan narasi, pengalaman pengunjung, dan cara menyampaikan nilai sejarah.

“Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk mempelajari bagaimana Prancis mengelola situs bersejarah sebagai ruang edukasi publik, penguatan identitas nasional, dan diplomasi budaya,” kata Fadli.

Mendorong Museum Indonesia

Ia menilai bahwa museum dan situs warisan budaya di Indonesia perlu dikelola dengan pendekatan yang lebih kuat. Bukan hanya tempat menyimpan koleksi, tetapi juga ruang yang mampu menjelaskan sejarah secara menarik dan mudah dipahami publik.

“Kunjungan ini dapat memperkaya perspektif dalam penguatan tata kelola museum dan warisan budaya di Indonesia, khususnya dalam aspek narasi, interpretasi, pengalaman pengunjung, dan pemanfaatan situs heritage agar tetap relevan bagi masyarakat luas,” ujar Fadli.

Kerja Sama Budaya Indonesia dan Prancis

Kunjungan ke Panthéon juga menjadi bagian dari penguatan kerja sama budaya Indonesia dan Prancis. Fadli berharap pertukaran pengetahuan dalam pengelolaan museum, situs sejarah, dan ruang memori publik dapat terus diperluas.

“Saya berharap pertukaran pengetahuan seperti ini dapat semakin memperkaya upaya kita dalam menempatkan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan, sumber pembelajaran, dan jembatan kerja sama antarbangsa,” kata Fadli.

Dengan demikian, diharapkan museum dan situs warisan budaya di Indonesia dapat menjadi lebih dari sekadar tempat penyimpanan benda, tetapi juga ruang edukasi, penguatan identitas nasional, dan diplomasi budaya yang efektif.

About Candice Da Silva 324 Articles
Di balik karya-karyanya yang mendalam, Candice Da Silva menampilkan diri sebagai seorang penulis yang memadukan keahlian teknik dengan ketertarikan pada dinamika politik lokal, semua itu dibalut dengan hobi memasak masakan pedas yang memicu rasa. Berbasis di Jogja, ia memulai karirnya pada tahun 2023, membawa perspektif unik yang elegan dan profesional ke dalam setiap tulisannya. Dengan latar belakang yang kuat dalam bidang teknik, Candice membawa wawasan yang berbeda ke dalam analisis politik dan sastra. Gaya penulisannya yang sangat profesional dan elegan membuatnya menjadi suara yang disegani di kancah sastra Jogja.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*