Situs Portal Berita Stiperamuntai – 30 Mei 2026 | Event internasional Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 tahun ini menempatkan gastronomi sebagai salah satu wajah penting pariwisata Indonesia. BBTF 2026 mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage, yang tidak hanya berbicara tentang makanan dan minuman khas nusantara saja, tetapi juga tentang budaya, sejarah, dan keberlanjutan.
Pengertian Gastronomi
Gastronomi adalah seni dan ilmu yang mempelajari segala hal tentang makanan dan minuman, termasuk budaya, sejarah, dan pengaruhnya terhadap masyarakat. Gastronomi menjadi bahasa universal yang mudah dipahami pasar global, sebuah hidangan yang terdapat cerita tentang tanah, laut, rempah, tradisi, keluarga, upacara, komunitas, dan cara hidup masyarakat setempat.
Megibung Nusantara Culinary
Semangat tersebut terasa sejak malam pembukaan BBTF 2026 melalui konsep Megibung Nusantara Culinary, sebuah pengalaman makan bersama yang merayakan kekayaan kuliner Indonesia. Ragam hidangan nusantara dan pilihan makanan penutup Indonesia dipresentasikan oleh Marriott Bonvoy dan The Westin Resort Nusa Dua, Bali, menghadirkan cita rasa lokal dalam kemasan yang elegan.
Destinasi Kuliner
Dalam konteks tema gastronomi, BBTF 2026 menampilkan kekayaan destinasi kuliner dan budaya dari berbagai daerah, tahun ini ada 12 Provinsi yang menampilkan cerita dibalik gastronomi masing-masing daerah, di antaranya Bali, Jakarta, Yogjakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lombok/NTB, NTT, Sulawesi Utara, Papua, dan Lampung.
Gastronomi dari 12 provinsi tersebut menunjukkan bahwa gastronomi Indonesia dapat bergerak lentur – dari tradisi, street food, hingga interpretasi modern yang tetap berpijak pada akar budaya. Gastronomy juga diperkuat oleh kekayaan minuman produk lokal Bali dan Indonesia, seperti Arak Karangasem, minuman tradisional Bali, hadir menemani suasana makan malam sebagai bagian dari warisan rasa pulau ini.
Pengalaman Gastronomi
Pengalaman gastronomi juga dilengkapi oleh cita rasa lainnya, seperti cokelat Jembrana, Jungle Pod, serta Kopi Akasa Kintamani, yang masing-masing membawa cerita tentang tanah, petani, proses produksi, dan identitas daerah. Kehadiran produk-produk ini memperlihatkan bahwa gastronomi Indonesia tidak berdiri sendiri sebagai hidangan, tetapi sebagai ekosistem yang menghubungkan petani, produsen, komunitas, pelaku hospitality, dan destinasi.
Di BBTF 2026, gastronomi diposisikan sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan destinasi secara lebih mendalam. Bali tidak hanya hadir melalui keindahan alam dan budayanya, tetapi juga melalui kekayaan rasa yang hidup dalam tradisi, upacara, desa, pasar, dapur keluarga, hingga meja makan modern.
Pendekatan ini menjadi semakin relevan ketika wisatawan global tidak lagi hanya mencari tempat untuk dikunjungi, tetapi pengalaman yang bermakna. Mereka ingin mengetahui asal-usul makanan, bertemu dengan komunitas lokal, belajar memasak, mencicipi produk daerah, memahami rempah, dan membawa pulang cerita yang lebih personal dari sebuah perjalanan.
Melalui Travex, pertemuan buyers dan sellers, serta program post-tour, BBTF 2026 memberi ruang bagi gastronomi Indonesia untuk bergerak dari sekadar promosi menjadi peluang bisnis. Produk seperti heritage dining, spice routes, market visits, cooking class, farm-to-table, sea-to-table, wine tasting, hingga pengalaman kuliner desa dapat dikembangkan sebagai paket wisata yang lebih kuat dan bernilai.
Pada akhirnya, gastronomi bukan hanya tentang apa yang disajikan di atas piring, namun Gastronomi adalah cara Indonesia menceritakan dirinya kepada dunia melalui rasa, budaya, keramahan, dan keberlanjutan. Pada BBTF 2026, pesan itu menjadi jelas: Indonesia tidak hanya indah untuk dilihat, tetapi juga kaya untuk dirasakan, dipelajari, dan dialami.
Leave a Reply