Situs Portal Berita Stiperamuntai – 15 April 2026 | Departemen Keuangan Amerika Serikat mengeluarkan peringatan luas kepada seluruh lembaga keuangan global bahwa pihaknya siap menjatuhkan sanksi sekunder terhadap entitas yang dinilai mendukung aktivitas Iran, di tengah kebuntuan perundingan langsung antara kedua negara.
Latar Belakang
Departemen Keuangan AS menyatakan akan “bergerak agresif dengan tekanan ekonomi maksimal” guna mempertahankan kebijakan tekanan terhadap Iran. Peringatan ini dikeluarkan setelah perundingan langsung antara Amerika Serikat dan Iran berakhir tanpa kesepakatan untuk mengakhiri konflik secara permanen.
Sanksi Sekunder
Lembaga keuangan harus menyadari bahwa Departemen Keuangan AS akan memanfaatkan seluruh instrumen dan kewenangan yang tersedia serta siap menjatuhkan sanksi sekunder terhadap lembaga keuangan asing yang terus mendukung aktivitas Iran. Ini berarti bahwa lembaga keuangan asing yang melakukan transaksi dengan Iran dapat dikenakan sanksi oleh Amerika Serikat.
Pengecualian Sementara
Departemen Keuangan AS juga menegaskan bahwa izin jangka pendek untuk penjualan minyak Iran yang tertahan di laut akan segera berakhir dalam beberapa hari ke depan dan tidak akan diperpanjang. Pengecualian ini diterbitkan pada 20 Maret untuk meredam lonjakan harga energi global yang dipicu oleh perang AS-Israel terhadap Iran.
Perang tersebut, serta respons Iran yang menutup Selat Hormuz dan menargetkan infrastruktur energi di wilayah sekutu Arab Teluk AS, memicu lonjakan tajam harga energi, terutama minyak. Pengecualian tersebut dijadwalkan berakhir pada 19 April.
Perundingan Langsung
Perundingan langsung intensif antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung maraton berakhir pada akhir pekan lalu tanpa kesepakatan untuk mengakhiri konflik secara permanen. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan pembicaraan diperkirakan akan dilanjutkan di Pakistan dalam dua hari ke depan, meskipun belum ada pengumuman resmi.
Dalam beberapa hari ke depan, Amerika Serikat diharapkan untuk mempertahankan kebijakan tekanan terhadap Iran, termasuk dengan menjatuhkan sanksi sekunder terhadap lembaga keuangan asing yang mendukung aktivitas Iran. Sanksi ini dapat memiliki dampak signifikan terhadap ekonomi global, terutama dalam hal harga energi.
Leave a Reply