Kejadian Kecelakaan Kerja
Situs Portal Berita Stiperamuntai – 29 April 2026 | Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kepulauan Riau (Disnakertrans Kepri) tengah menyelidiki kecelakaan kerja yang menewaskan seorang pekerja subkontraktor di kawasan PT ASL Shipyard, Batam. Penyelidikan difokuskan pada dugaan kelalaian dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal dengan mendatangi langsung lokasi kejadian pada Sabtu (25/4). "Kami sudah turun langsung ke lokasi kejadian untuk melihat kondisi korban serta meninjau kemungkinan adanya kelalaian dalam penerapan K3," ujar Diky saat dihubungi dari Batam, Rabu.
Penyebab Kecelakaan
Insiden tersebut menewaskan seorang pekerja subkontraktor berinisial DLT yang diduga tertabrak forklift saat berada di area kerja. Dari hasil investigasi awal diketahui bahwa korban merupakan pekerja dari perusahaan subkontraktor yang menjalankan aktivitas di lingkungan galangan kapal PT ASL Shipyard.
Diky menjelaskan bahwa pekerja tersebut bukan karyawan langsung PT ASL, melainkan berasal dari perusahaan subkontraktor yang bekerja di area tersebut. "Ini bukan pekerja dari ASL secara langsung, tetapi dari subkontraktor yang beraktivitas di sana. Kami sudah memberikan teguran keras kepada pihak subkontraktor," katanya.
Investigasi dan Penanganan
Ia menjelaskan kecelakaan diduga terjadi saat forklift digunakan untuk mengangkut barang di area luar ruangan. Muatan yang tinggi diduga membuat operator kesulitan melihat area di depannya. "Forklift membawa muatan tinggi sehingga kemungkinan operator tidak dapat melihat keberadaan korban di depan. Korban juga kemungkinan tidak menyadari keberadaan forklift tersebut," ujarnya.
Meski demikian, hasil pengecekan menunjukkan operator forklift memiliki sertifikasi serta kompetensi yang sesuai untuk mengoperasikan alat tersebut. "Operator memiliki sertifikasi dan izin yang lengkap. Namun kemungkinan adanya kelalaian dalam penerapan aturan masih kami dalami," kata Diky.
Ia menambahkan proses investigasi akan terus berlanjut, sementara penanganan dari sisi hukum diserahkan kepada pihak kepolisian. "Kami sudah melakukan investigasi awal. Untuk proses hukum selanjutnya akan ditangani kepolisian, dan kami akan hadir sebagai saksi ahli bila diperlukan," ujarnya.
Penanganan oleh Pihak Kepolisian
Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono mengatakan penanganan kasus tersebut saat ini dilakukan oleh Polsek Batu Aji dengan dukungan dari Satuan Reserse Kriminal. "Kejadian di ASL saat ini ditangani Polsek Batu Aji dan dibantu oleh Satreskrim," ujar Anggoro.
Ia menyebut pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari para saksi serta mendalami penerapan prosedur K3 di lokasi kejadian. Menurutnya, polisi belum dapat memastikan apakah insiden tersebut murni kecelakaan kerja atau terdapat pelanggaran prosedur keselamatan. "Untuk penghentian aktivitas juga belum bisa dipastikan karena kami masih mendalami apakah ini murni kecelakaan atau ada prosedur yang dilanggar," katanya.
Penyelidikan dan penanganan kasus ini masih berlangsung, dan pihak berwenang berharap dapat menemukan penyebab pasti kecelakaan serta mengambil langkah-langkah untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Leave a Reply