Situs Portal Berita Stiperamuntai – 25 April 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan nilai tukar rupiah bukan mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang memburuk. Justru perekonomian domestik masih relatif kuat dibandingkan negara lain di kawasan.
Pelemahan Rupiah
Salah satu langkah yang ditempuh adalah menutup potensi kebocoran dalam sistem perpajakan serta memastikan kebijakan berjalan lebih efektif. Kemudian, sejumlah isu yang sempat menimbulkan polemik, termasuk kebijakan pajak tertentu, juga telah dirapikan guna mengurangi ketidakpastian di pasar.
Pengelolaan Ekspektasi Publik
Lebih lanjut, Bendahara Negara itu menekankan pentingnya pengelolaan ekspektasi publik dan pelaku pasar. Sentimen negatif yang beredar bisa memperburuk persepsi terhadap rupiah, meski kondisi fundamental ekonomi tidak mengalami perubahan.
“Yang jelas adalah fondasi ekonomi kita tidak berubah. Bahkan akan semakin cepat (tumbuh) karena kita akan semakin serius memperbaiki kendala-kendala di perekonomian. Terus ini kan juga terjadi ‘noise’ yang seolah menggambarkan ekonomi kita sedang menuju keterpurukan dalam beberapa bulan ke depan,” jelasnya.
Nilai Tukar Rupiah
Sebagaimana diketahui, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini tercatat menguat 57 poin atau 0,33 persen menjadi Rp17.229 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.286 per dolar AS.
Dalam beberapa bulan terakhir, nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar AS. Hal ini membuat pemerintah dan Bank Indonesia berupaya untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi.
| Tanggal | Nilai Tukar Rupiah |
|---|---|
| 1 Januari | Rp16.500 per dolar AS |
| 1 Februari | Rp16.800 per dolar AS |
| 1 Maret | Rp17.000 per dolar AS |
| 1 April | Rp17.200 per dolar AS |
Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa nilai tukar rupiah terus melemah dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini membuat pemerintah dan Bank Indonesia berupaya untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi.
Leave a Reply