Asosiasi Energi Surya Indonesia Dorong Penguatan Regulasi untuk Meningkatkan Penggunaan Energi Surya

Asosiasi Energi Surya Indonesia Dorong Penguatan Regulasi untuk Meningkatkan Penggunaan Energi Surya
Asosiasi Energi Surya Indonesia Dorong Penguatan Regulasi untuk Meningkatkan Penggunaan Energi Surya

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 25 April 2026 | Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) berupaya meningkatkan penggunaan energi surya di Indonesia dengan mendorong penguatan regulasi. Upaya ini dilakukan untuk mencapai target 100 GW dari energi surya yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Latar Belakang

Indonesia memiliki potensi energi surya yang sangat besar, yaitu sebesar 3.200 GW. Namun, hingga saat ini, penggunaan energi surya di Indonesia masih sangat terbatas. Menurut data dari PLN dan Kementerian ESDM, kapasitas energi surya yang telah terpasang hanya sebesar 853 MW dari PLTS Rooftop, dan secara total telah mencapai 1,5 GW.

Oleh karena itu, AESI berupaya untuk meningkatkan penggunaan energi surya di Indonesia dengan mendorong penguatan regulasi. Hal ini dilakukan untuk mencapai target 100 GW dari energi surya yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Upaya Penguatan Regulasi

AESI telah menyelenggarakan kegiatan National Solar Transition Forum 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Dalam kegiatan ini, hadir perwakilan dari lembaga-lembaga negara, seperti Kementerian ESDM RI, Kementerian Koperasi, Kementerian UKM, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Danantara, serta perwakilan negara-negara sahabat seperti India, Pakistan, dan Thailand.

Dalam kegiatan ini, Ketua AESI, Mada Ayu Habsari, menyampaikan bahwa target 100 GW dari energi surya harus selaras dengan beberapa hal, yaitu mempersiapkan regulasi, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), serta pembangunan infrastruktur.

Peran Koperasi Desa

Dalam kegiatan National Solar Transition Forum 2026, juga dibahas peran Koperasi Desa dalam mendukung Transisi Energi Nasional. Kepala BBSP KEBTKE Kementerian ESDM, Trois Dilisusendi, menyampaikan bahwa Koperasi Desa bisa mengelola banyak sektor dengan menggunakan tenaga surya, seperti PLTS Cold Storage, Pompa Air Tenaga Surya, hingga PLTS Rooftop Sekolah dan Pusat Kesehatan.

Oleh karena itu, AESI mendorong Koperasi Desa untuk mengembangkan penggunaan energi surya di desa-desa. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan penggunaan energi surya di Indonesia dan mencapai target 100 GW dari energi surya.

Persiapan Sumber Daya Manusia

Prof. Iwa Garniwa, Rektor Institut Teknologi PLN, menyampaikan bahwa permasalahan dalam mendukung industri tenaga surya adalah jumlah sumber daya manusianya, kualitas sumber daya manusianya, serta kesiapan sumber daya manusianya.

Oleh karena itu, AESI mendorong agar kurikulum tentang geospasial dipertajam lagi di lembaga pendidikan kampus untuk mempersiapkan SDM berkualitas. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan penggunaan energi surya di Indonesia dan mencapai target 100 GW dari energi surya.

Dalam kegiatan ini, juga dilaksanakan penandatanganan MoU antara AESI dengan PL Energy, MoU antara AESI dengan Kementerian Tenaga Kerja RI, MoU antara AESI dengan Pakistan Solar Association, serta adanya sesi pemaparan industri tenaga surya dari beberapa negara seperti India, Pakistan, dan Thailand.

Dr. Ir. Arya Rezavidi, MEE, PhD, selaku pendiri AESI dan Peneliti di BRIN, menyampaikan bahwa dengan adanya kenaikan harga minyak global, menjadi momentum mendorong tenaga surya di Indonesia.

About Nikolaj Møller 201 Articles
Dari kota dingin Malang, muncul seorang jurnalis muda yang tidak terduga - Nikolaj Møller, yang awalnya terjun ke dunia sastra tetapi malah tertarik dengan dunia berita. Di balik profesinya, ia memiliki hobi yang unik: mengoleksi tanaman hias dan menjelajahi langit malam untuk mempelajari astronomi. Karirnya yang dimulai sejak 2011 telah membawanya ke dalam berbagai petualangan menarik, dan siapa sangka seorang pecinta kata-kata akan jatuh cinta dengan dunia berita?

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*