Latar Belakang
Situs Portal Berita Stiperamuntai – 24 April 2026 | Partai Golkar merupakan salah satu partai politik tertua di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, partai ini telah mengalami beberapa perubahan kepemimpinan. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, baru-baru ini menanggapi kajian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyarankan pembatasan masa jabatan ketua umum partai politik maksimal dua periode.
Tanggapan Golkar
“Sebenarnya Golkar tidak risau dengan isu itu ya, karena Golkar kepemimpinannya ajeg berganti setiap periode. Bahkan hingga saat ini belum ada satu pun orang yang bisa sampai 2 kali penuh di Partai Golkar. Jadi kalau dibatasi 2 periode itu, itu sebenarnya isu tidak mengena di Golkar,” ujar Sarmuji.
Demokrasi Internal
Sarmuji menekankan bahwa fokus utama yang perlu diperhatikan bukan semata soal pembatasan masa jabatan ketua umum, melainkan kualitas demokrasi internal di tubuh partai politik. Ia menyatakan bahwa demokrasi internal yang berkualitas akan memungkinkan partai politik untuk memiliki banyak pemikiran yang dapat diserap dan mencerminkan pikiran-pikiran yang berkembang di masyarakat.
“Yang utama adalah bagaimana demokrasi internal di sebuah partai itu berkualitas. Kalau demokrasi internal itu berkualitas, kita tidak akan tergantung pada satu sosok saja, tetapi ada banyak pemikiran yang di situ yang bisa diserap, yang pemikiran itu mencerminkan juga adalah pikiran-pikiran yang berkembang di masyarakat,” jelasnya.
Kesimpulan
Partai Golkar tetap terbuka terhadap wacana pembatasan masa jabatan ketua umum, meskipun bagi mereka hal itu bukan isu krusial. Sarmuji menegaskan bahwa isu demokrasi internal lebih penting daripada batasan periode. Partai Golkar akan terus fokus pada peningkatan kualitas demokrasi internal dan memastikan bahwa partai ini dapat menjalankan fungsinya dengan efektif.
Leave a Reply