Ekspansi Kredit Dongkrak Kinerja Bank Mandiri

Ekspansi Kredit Dongkrak Kinerja Bank Mandiri
Ekspansi Kredit Dongkrak Kinerja Bank Mandiri

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 06 April 2026 | Strategi ekspansi kredit yang agresif dinilai menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kinerja positif Bank Mandiri di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh kehati-hatian.

Penyaluran Kredit yang Agresif

Direktur Program dan Kebijakan Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah, menilai pertumbuhan kredit Bank Mandiri lebih dipengaruhi oleh kebijakan penyaluran dana yang agresif, bukan semata karena peningkatan permintaan kredit. Meski demikian, ia menilai kinerja Bank Mandiri tetap solid dengan indikator permodalan, likuiditas, dan profitabilitas yang terjaga.

Berdasarkan laporan keuangan Februari 2026, penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.513,1 triliun atau tumbuh 15,7 persen secara tahunan (YoY). Pertumbuhan tersebut juga diikuti oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp1.644,8 triliun atau naik 16,3 persen YoY, mencerminkan kepercayaan nasabah yang tetap kuat.

Pertumbuhan Transaksi Digital

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyebut kinerja positif ini juga didukung oleh meningkatnya aktivitas transaksi digital, khususnya melalui platform Livin’ by Mandiri. Hingga Februari 2026, total transaksi Livin’ mencapai lebih dari 738,7 juta transaksi atau tumbuh sekitar 28 persen secara tahunan.

Seiring dengan itu, laba bersih Bank Mandiri tercatat sebesar Rp8,9 triliun, meningkat 16,7 persen YoY. Pendapatan berbasis komisi (fee-based income) dari platform digital juga mengalami pertumbuhan signifikan. Livin’ by Mandiri mencatat pendapatan Rp625 miliar (naik 45,3 persen YoY), sementara platform korporasi Kopra by Mandiri mencapai Rp421 miliar (tumbuh 29,3 persen YoY).

Kinerja Keuangan yang Kuat

Dari sisi intermediasi, pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) mencapai Rp13,7 triliun atau tumbuh 9,16 persen YoY. Efisiensi operasional juga membaik, tercermin dari rasio Cost-to-Income Ratio (CIR) yang turun ke level 37,21 persen.

Sementara itu, kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) di level 0,98 persen serta coverage ratio yang kuat sebesar 246,5 persen. Kinerja tersebut menunjukkan penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit serta penguatan manajemen risiko yang konsisten dilakukan oleh Bank Mandiri.

Penyaluran kredit yang agresif dan pertumbuhan transaksi digital menjadi kunci keberhasilan Bank Mandiri dalam meningkatkan kinerjanya. Dengan tetap memperhatikan kualitas aset dan efisiensi operasional, Bank Mandiri dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu bank terkemuka di Indonesia. Batola Dorong Hilirisasi Nanas Jadi Produk Bernilai Tinggi MR D.I.Y. Indonesia Berbagi Kebaikan dengan Menyerahkan B…

About Albina Potushnyak 25 Articles
Di antara hiruk pikuk kota Malang, hiduplah Albina Potushnyak, seorang penulis yang tidak sengaja menginjakkan kaki di dunia berita setelah lulus dari jurusan sastra. Ketika tidak sibuk menyelami buku sejarah dan mencari inspirasi, dia bisa ditemukan menyaksikan pertandingan e-sports sambil berteriak-teriak seperti penggemar sejati. Sejak menapakkan karirnya sejak 2019, Albina telah membuktikan bahwa bahkan mereka yang "nyasar" bisa menemukan jalan mereka sendiri dan membuatnya penuh dengan tawa dan kata-kata yang tajam.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*