Pengunjung Blok M Square: Pro dan Kontra Parkir

Pengunjung Blok M Square: Pro dan Kontra Parkir
Pengunjung Blok M Square: Pro dan Kontra Parkir

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 04 April 2026 | Kiat Atur Kesehatan dan Finansial Lebih Baik Pasca Lebaran

Parkir di Blok M Square: Suatu Masalah yang Perlu Dipecahkan

Pengunjung Blok M Square, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menyampaikan pro dan kontra terkait parkir di kawasan tersebut. Mulai dari segi praktis hingga ekonomis, pengunjung memiliki pendapat yang beragam tentang parkir di Blok M Square.

Salah satu pengunjung, Christiano, mengungkapkan bahwa ia lebih memilih parkir di luar karena lebih mudah dan nyaman. Menurutnya, kondisi di dalam area parkir lantai dasar (basement) sudah resmi dan hanya memerlukan satu kali pembayaran melalui pintu keluar. Namun, yang menjadi masalah adalah saat pengunjung sedang padat, sehingga sulit mencari parkiran karena parkir basemen terbilang sempit.

Kemudahan dan Tarif Parkir

Christiano juga menilai bahwa petunjuk arah menuju area parkir basemen masih kurang jelas, terutama saat situasi ramai. Ia menambahkan bahwa kondisi kepadatan pengunjung, terutama pada malam hari, semakin membuat akses menuju parkir basemen menjadi sulit dan tidak nyaman.

Selain faktor kemudahan, pertimbangan tarif juga menjadi alasan. Christiano menilai bahwa biaya parkir di luar Blok M Square cenderung lebih murah dan rata, yakni sekitar Rp5 ribu untuk beberapa jam. Berbeda dengan sistem tarif per jam di dalam basemen yang dinilai lebih mahal jika durasi parkir cukup lama.

Parkir Liar dan Pengawasan

Kemudian, jika beberapa titik parkir di luar basemen, pengendara cukup membayar sekitar Rp2.000 kepada juru parkir tidak resmi, meskipun tetap harus membayar parkir resmi di dalam area tertentu. Christiano mengaku bahwa ia pernah membayar dua kali, yakni kepada juru parkir liar dan parkir resmi.

Sementara itu, salah seorang pengunjung, Rama, mengaku memilih parkir di luar area Blok M Square untuk menghindari biaya ganda. Menurutnya, pengalaman diminta membayar tarif tinggi oleh juru parkir liar menjadi alasan utama.

Rama menilai bahwa keberadaan parkir liar yang tidak terkendali dapat merugikan pengunjung, terutama karena tidak ada standar tarif yang jelas. Kondisi itu juga dinilai dapat menurunkan minat masyarakat untuk datang ke kawasan tersebut.

Penataan Sistem Parkir yang Lebih Baik

Rama berharap pengelola kawasan dapat mengambil langkah tegas untuk menertibkan praktik parkir liar. Menurutnya, pengelola tidak boleh kalah dengan juru parkir liar yang beroperasi di sekitar lokasi.

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap juru parkir yang sudah pernah didata oleh pihak terkait. Rama meminta agar mereka tidak bertindak semena-mena dalam menentukan tarif kepada pengunjung.

Ia berharap ada penataan sistem parkir yang lebih baik dan transparan agar pengunjung merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke kawasan Blok M. Dengan demikian, pengunjung dapat menikmati fasilitas parkir yang tersedia tanpa harus khawatir tentang biaya ganda atau praktik parkir liar yang tidak terkendali.

Pengelola kawasan perlu memperhatikan keinginan pengunjung dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menyelesaikan masalah parkir di Blok M Square. Dengan demikian, kawasan tersebut dapat menjadi lebih nyaman dan aman bagi pengunjung, serta meningkatkan minat masyarakat untuk datang ke kawasan tersebut.

About Nikolaj Møller 18 Articles
Dari kota dingin Malang, muncul seorang jurnalis muda yang tidak terduga - Nikolaj Møller, yang awalnya terjun ke dunia sastra tetapi malah tertarik dengan dunia berita. Di balik profesinya, ia memiliki hobi yang unik: mengoleksi tanaman hias dan menjelajahi langit malam untuk mempelajari astronomi. Karirnya yang dimulai sejak 2011 telah membawanya ke dalam berbagai petualangan menarik, dan siapa sangka seorang pecinta kata-kata akan jatuh cinta dengan dunia berita?

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*