Pemerintah Diminta Meningkatkan Kewaspadaan
Situs Portal Berita Stiperamuntai – 19 Mei 2026 | Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan dan memastikan keselamatan seluruh warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri, termasuk pasukan TNI yang bertugas di wilayah konflik. Hal ini merespons situasi geopolitik global yang kian memanas.
Pernyataan tersebut disampaikan Puan dalam konferensi pers usai Rapat Paripurna ke-17 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).
Kondisi Geopolitik Global yang Tidak Menentu
Puan menilai kondisi global yang tidak menentu saat ini menuntut kesiapan menyeluruh dari pemerintah, baik dari sisi personel maupun logistik di lapangan.
"Dengan situasi geopolitik yang seperti ini, apapun kita harus bisa menjaga keselamatan seluruh warga negara Indonesia yang ada di luar negeri, termasuk pasukan TNI yang kita tugaskan di garda terdepan, di tempat-tempat yang kita tugaskan," ujar Puan.
Pentingnya Kesiapan Operasional
Politisi PDI-Perjuangan ini menekankan pentingnya kesiapan operasional dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi di wilayah penugasan.
"Jadi bagaimana kesiapan, kemudian kesiapan logistik, kesiapan pasukan, dan lain-lain sebagainya," ucapnya.
Ia juga mengingatkan agar pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan terus melakukan evaluasi terhadap kondisi keamanan WNI dan aparat di lapangan.
"Karenanya pemerintah, stakeholder, harus bisa menjamin, mengevaluasi apakah keselamatan tersebut kemudian perlu dilengkapi, disiapkan, atau kemudian mengevaluasi," kata Puan.
Langkah Antisipatif untuk Menghadapi Konflik Global
Lebih lanjut, DPR mengimbau agar langkah antisipatif terus dilakukan guna meminimalisir risiko di tengah ketidakpastian global.
"Jadi memang hal itu yang kami imbau kepada pemerintah dan stakeholder untuk bisa dilakukan," ujarnya.
Situasi keamanan di wilayah konflik belakangan memang mengkhawatirkan. Sebelumnya, operasi militer Israel di Lebanon Selatan menyasar pasukan perdamaian di bawah mandat PBB (UNIFIL).
Terjadi setidaknya tiga serangan terhadap UNIFIL dalam satu pekan terakhir. Dua serangan pertama menyebabkan tiga prajurit TNI Indonesia gugur.
Praka Farizal Romadhon gugur pada Minggu (29/3/2026) akibat ledakan proyektil artileri di posisi UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr. Sementara itu, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur ketika sebuah ledakan di pinggir jalan menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan pada Senin (30/3/2026).
Adapun serangan ketiga terjadi pada Jumat, 3 April 2026 di El Addaiseh, Lebanon selatan. Insiden tersebut melukai tiga personel peacekeepers asal Indonesia.
Dengan demikian, pemerintah perlu meningkatkan kewaspadaan dan memastikan keselamatan seluruh warga negara Indonesia di luar negeri, terutama di wilayah konflik.
Leave a Reply