Psikolog Mendorong Perempuan untuk Mengembangkan Diri

Psikolog Mendorong Perempuan untuk Mengembangkan Diri
Psikolog Mendorong Perempuan untuk Mengembangkan Diri

Pentingnya Mengembangkan Diri

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 17 Mei 2026 | Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim M.Psi., seorang psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, mendorong para perempuan untuk terus mengembangkan diri agar bisa lebih berdaya. Menurutnya, Raden Ajeng Kartini bisa menjadi teladan perempuan Indonesia dalam upaya untuk meningkatkan pendidikan dan aspek kehidupan yang lain.

Perempuan harus terus belajar dan mengembangkan kemampuan agar bisa berpikir kritis dan kreatif saat menghadapi masalah dan tantangan. Kemampuan itu bisa dibangun dengan mengikuti pendidikan formal dan non-formal serta membaca dan mengikuti informasi yang bisa dimanfaatkan untuk memecahkan persoalan.

Pembangunan Kekuatan Perempuan

Prof. Romy menekankan pentingnya perempuan membekali diri dengan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan supaya bisa berdaya di lingkungan yang tidak selalu ramah pada perempuan. Mereka perlu tahu bagaimana menyelesaikan masalah dengan beberapa cara dan melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda.

Semoga perempuan-perempuan di Indonesia juga betul-betul kuat, dan ternyata banyak sudah yang seperti itu, dan bisa mempertahankan dirinya untuk kemudian bisa berkembang dengan baik. Ia mengemukakan perlunya pendidikan sejak dini untuk membangun kekuatan perempuan.

Peran Orang Tua dalam Pendidikan

Maka pendidikan itu bukan saja pendidikan formal, tetapi banyak pendidikan yang lain yang harus dapatnya distimulasi oleh orang tua kita di rumah. Orang tua berperan penting dalam mendidik dan mendampingi anak mengakses informasi di rumah.

Jadi, agar anak punya kemampuan untuk memilah mana yang boleh dia lihat dan tidak, dia harus bisa memilah baik dan buruk. Memilah atau mengatakan ini baik, ini buruk, itu ada di moral. Pendidikan perempuan semestinya mencakup peningkatan kemampuan untuk menyampaikan perasaan, pikiran, dan keinginan serta kemampuan berbicara secara asertif.

Kemampuan Berbicara Asertif

Kemampuan berbicara secara asertif bisa menjadi bekal untuk menghindari berbagai bentuk intimidasi dan kekerasan. Prof. Romy juga menyoroti masalah perempuan yang tidak berani melapor ketika menjadi korban kekerasan.

Ketergantungan korban kepada pelaku kekerasan bisa membuat perempuan takut menghadapi konsekuensi kalau melaporkan masalahnya kepada pihak yang berwenang. Ini sebetulnya bisa dilepaskan dari ketergantungan dengan orang kalau dia mandiri. Maka, sebagai perempuan, mereka harus punya kemampuan untuk lebih mandiri, untuk bisa bertanggung jawab juga terhadap dirinya dan mungkin keluarganya.

Oleh karena itu, penting bagi perempuan untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan mereka agar bisa berdaya dan mandiri. Dengan demikian, mereka bisa menghadapi tantangan dan masalah dengan lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

About Marcos Méndez 424 Articles
Dari Semarang, kota yang penuh dengan cerita, Marcos Méndez memulai petualangannya di dunia penulisan sejak 2014, sering membawanya keliling Indonesia untuk menyajikan liputan yang menarik. Sebagai seorang tech enthusiast, ia selalu menggabungkan teknologi dengan passionnya pada buku sejarah, menciptakan perspektif unik dalam setiap tulisannya. Dalam perjalanan karirnya, Marcos Méndez terus mengeksplorasi dan mencari inspirasi baru, membentuknya menjadi penulis yang dinamis dan kreatif.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*