Situs Portal Berita Stiperamuntai – 17 Mei 2026 | Hari Buku Sedunia 23 April 2026: Sejarah & cara merayakannya. Pada bulan April 2026, UNESCO menetapkan suatu hari khusus yang mengajak kita untuk merayakan dan merefleksikan ide tentang literasi. Hari tersebut ditetapkan setiap tanggal 23 April yang dikenal luas sebagai Hari Buku Sedunia atau Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia.
Latar Belakang Pemilihan Tanggal 23 April oleh UNESCO
Penetapan tanggal 23 April sebagai Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia bermula pada General Conference UNESCO di Paris tahun 1995. Tanggal ini dipilih karena makna simbolisnya yang sangat kuat dalam sejarah literasi. Tanggal 23 April merupakan hari wafatnya beberapa penulis terkemuka dunia, termasuk William Shakespeare, Miguel de Cervantes, dan Inca Garcilaso de la Vega yang semuanya tutup usia pada tahun 1616.
Peran World Book Capital pada Tema Hari Buku Sedunia
Setiap tahun, UNESCO bersama organisasi internasional yang mewakili sektor industri penerbitan menunjuk satu kota sebagai World Book Capital. Untuk tahun 2026, fokus utama diarahkan pada penguatan infrastruktur literasi digital dan aksesibilitas bagi komunitas yang kurang beruntung. Penunjukan ini bertujuan untuk mempertahankan momentum minat baca selama satu tahun penuh melalui berbagai program publik, pameran buku, dan inisiatif pendidikan.
| Tahun | World Book Capital | Fokus Utama |
|---|---|---|
| 2026 | Rabat, Maroko | Penguatan infrastruktur literasi digital dan aksesibilitas |
Pentingnya Hak Cipta dalam Melindungi Integritas Karya Literasi
Satu aspek yang ditekankan UNESCO setiap tanggal 23 April adalah perlindungan hak cipta atau copyright. Hari Buku Sedunia bukan hanya berbicara tentang perlindungan hukum bagi para pencipta karya. Hak cipta menjamin bahwa penulis dan penerbit mendapatkan pengakuan serta kompensasi yang adil, yang pada akhirnya akan menjaga keberlangsungan produksi ilmu pengetahuan di masa depan.
Cara Efektif Merayakan Hari Buku Sedunia
Merayakan Hari Buku Sedunia tidak selalu membutuhkan acara besar, langkah kecil di lingkungan terdekat seringkali memiliki dampak yang lebih nyata. Salah satu caranya adalah dengan menyelenggarakan sesi “Membaca Bersama” atau diskusi buku di komunitas lokal untuk bertukar perspektif. Selain itu, menyumbangkan buku-buku layak baca ke taman bacaan masyarakat (TBM) atau perpustakaan sekolah dapat membantu meningkatkan akses literasi bagi anak-anak.
- Menyelenggarakan sesi “Membaca Bersama” atau diskusi buku di komunitas lokal
- Menyumbangkan buku-buku layak baca ke taman bacaan masyarakat (TBM) atau perpustakaan sekolah
- Memanfaatkan platform digital untuk membagikan ulasan buku (book review)
Melalui pemahaman yang utuh tentang Hari Buku Sedunia yang dirayakan setiap 23 April 2026 bersama sejarah kelahirannya serta cara bagi kita untuk turut merayakannya, menegaskan bahwa buku adalah instrumen paling kuat untuk memperluas cakrawala berpikir. Mari jadikan buku sebagai sahabat setia sebagai jangkar untuk derasnya arus informasi di masa depan.
Leave a Reply