Lonjakan Harga Kemasan Plastik
Situs Portal Berita Stiperamuntai – 14 Mei 2026 | Lonjakan harga kemasan plastik menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga minyak goreng di dalam negeri dalam beberapa waktu terakhir. Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung, menjelaskan bahwa kenaikan ini dipicu oleh konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Konflik tersebut menyebabkan harga energi fosil dunia melonjak hampir dua kali lipat. Penutupan Selat Hormuz di tengah konflik turut mengganggu pasokan bahan baku global. Dampaknya, harga produk turunan energi fosil, termasuk plastik sebagai bahan kemasan, ikut mengalami kenaikan signifikan.
Dampak pada Harga Minyak Goreng
“Harga energi fosil dunia meningkat dari sekitar US$60 per barel sebelum konflik menjadi lebih dari US$110 per barel. Akibatnya, seluruh produk turunan energi fosil seperti plastik mengalami kenaikan,” ujar Tungkot di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Kondisi tersebut berdampak langsung pada harga minyak goreng domestik, terutama di negara seperti Indonesia yang merupakan produsen sekaligus konsumen terbesar minyak goreng sawit dengan jumlah konsumsi mencapai sekitar 280 juta penduduk.
Jenis Minyak Goreng Sawit
Tungkot menjelaskan, terdapat tiga jenis minyak goreng sawit yang beredar di pasar domestik, yaitu minyak goreng kemasan premium, MinyaKita yang menyasar masyarakat berpendapatan rendah dan UMKM, serta minyak goreng curah untuk industri pangan.
Dari ketiga segmen tersebut, pemerintah memiliki kontrol langsung terhadap harga dan distribusi MinyaKita melalui kebijakan domestic market obligation (DMO), pengendalian distribusi (D1 dan D2), serta penetapan harga eceran tertinggi (HET). Sementara itu, harga minyak goreng premium dan curah lebih dipengaruhi mekanisme pasar.
Data Harga Minyak Goreng
| Jenis Minyak Goreng | Harga Awal (Januari 2026) | Harga Akhir (Minggu Ketiga April 2026) |
|---|---|---|
| Minyak Goreng Premium | Rp21.166 per liter | Rp21.793 per liter |
| Minyak Goreng Curah | Rp17.790 per liter | Rp19.486 per liter |
| MinyaKita | Rp16.865 per liter | Rp15.949 per liter |
Data menunjukkan bahwa dalam periode Januari hingga minggu ketiga April 2026, harga minyak goreng premium naik dari Rp21.166 per liter menjadi Rp21.793 per liter. Sementara itu, minyak goreng curah meningkat dari Rp17.790 menjadi Rp19.486 per liter.
Di sisi lain, harga MinyaKita justru mengalami penurunan dari Rp16.865 menjadi Rp15.949 per liter, mendekati HET sebesar Rp15.700 per liter.
Stabilitas Harga Minyak Goreng
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberlanjutan stabilitas harga tersebut ke depan sangat bergantung pada kebijakan pemerintah dalam merespons kenaikan biaya kemasan plastik.
“Apakah harga MinyaKita bisa dipertahankan di tengah kenaikan biaya kemasan, sangat tergantung pada apakah pemerintah akan menyesuaikan HET atau tidak,” jelasnya.
Lebih lanjut, pemerintah masih memiliki sejumlah instrumen kebijakan lain seperti bea keluar (duty) dan pungutan ekspor (levy) untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng, khususnya di segmen premium dan industri.
“Jika kebijakan tersebut berjalan efektif, maka secara teoritis dapat melindungi konsumen setidaknya dalam jangka pendek,” pungkasnya.
Leave a Reply