Puluhan Mahasiswa Jember Mengumpulkan Kompos dari Tempat Pembuangan Akhir

Puluhan Mahasiswa Jember Mengumpulkan Kompos dari Tempat Pembuangan Akhir
Puluhan Mahasiswa Jember Mengumpulkan Kompos dari Tempat Pembuangan Akhir

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 12 Mei 2026 | Puluhan mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Jember melakukan aksi nyata dalam memperingati Hari Bumi, yakni mengumpulkan kompos atau pupuk organik hasil pelapukan dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Mereka melakukan aksi ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik.

Permasalahan Sampah di Kabupaten Jember

Permasalahan sampah di Kabupaten Jember mencapai titik kritis dengan timbunan sampah mencapai 1.300 ton per hari, namun hanya sekitar 360 ton yang terangkut ke TPA. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak sampah yang tidak terangkut dan berpotensi mencemari lingkungan.

Jenis Sampah Persentase
Sampah Organik 81,9%
Sampah Non-Organik 13,6%
Sampah Berbahaya 4,5%

Pengelolaan Sampah di TPA Pakusari

TPA Pakusari merupakan salah satu tempat pembuangan akhir yang masih beroperasi di Kabupaten Jember. Tempat ini mengalami kelebihan kapasitas dengan ketinggian mencapai 32-35 meter. Berdasarkan penelitian terbaru, komposisi sampah di TPA Pakusari terdiri dari 81,9% sampah organik, 13,6% sampah non-organik, dan 4,5% sampah berbahaya.

Aksi Mahasiswa dalam Mengumpulkan Kompos

Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Jember melakukan aksi nyata dengan mengumpulkan kompos dari TPA Pakusari yang berasal dari timbunan sampah organik yang tertimbun bertahun-tahun di sana. Mereka ingin memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa sampah organik bisa dikelola menjadi pupuk organik yang dapat menyuburkan tanaman.

Pupuk kompos yang dikumpulkan tersebut akan dibawa ke masing-masing sekretariat organisasi pecinta alam untuk diolah menjadi media tanam. Dengan demikian, momentum Hari Bumi tersebut juga mengajak masyarakat untuk mengoptimalkan potensi sampah organik.

Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Jember berharap bahwa aksi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan dapat membantu mengurangi permasalahan sampah di Kabupaten Jember.

About Marcos Méndez 387 Articles
Dari Semarang, kota yang penuh dengan cerita, Marcos Méndez memulai petualangannya di dunia penulisan sejak 2014, sering membawanya keliling Indonesia untuk menyajikan liputan yang menarik. Sebagai seorang tech enthusiast, ia selalu menggabungkan teknologi dengan passionnya pada buku sejarah, menciptakan perspektif unik dalam setiap tulisannya. Dalam perjalanan karirnya, Marcos Méndez terus mengeksplorasi dan mencari inspirasi baru, membentuknya menjadi penulis yang dinamis dan kreatif.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*