Situs Portal Berita Stiperamuntai – 11 Mei 2026 | Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan peran Taruna Siaga Bencana (Tagana) sebagai salah satu pilar sosial Kementerian Sosial dalam penanganan bencana. Hal itu disampaikan saat kegiatan santiaji dalam rangka peringatan 22 tahun Tagana di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Peran Tagana dalam Penanganan Bencana
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan apel peringatan HUT ke-22 Tagana serta silaturahmi keluarga besar Tagana yang dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, jajaran Kementerian Sosial, kepala dinas sosial dari berbagai daerah, serta perwakilan Tagana dari 38 provinsi.
Dalam acara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul juga menyerahkan piagam penghargaan kepada perwakilan Tagana dari 38 provinsi sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi para relawan dalam penanggulangan bencana di berbagai wilayah.
Sejarah dan Perkembangan Tagana
Dalam arahannya, Gus Ipul menjelaskan bahwa pembentukan Tagana tidak terlepas dari berbagai keterbatasan pada masa awal. Ia menyebut perjalanan organisasi relawan tersebut dimulai dari kelompok kecil yang kemudian berkembang menjadi kekuatan sosial dalam penanganan bencana.
“Tagana adalah bagian dari pilar-pilar Kementerian Sosial yang membantu, khususnya pada saat ada bencana di berbagai tempat. Teman-teman Tagana selalu hadir di tengah bencana, mulai dari evakuasi, kedaruratan, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi,” katanya.
Apresiasi untuk Relawan Tagana
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para relawan yang selama ini terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.
“Kami berterima kasih kepada segenap kader Tagana yang telah turut serta menanggulangi dampak bencana menyiapkan logistik, mendirikan dapur umum, hingga memberikan dukungan psikososial,” lanjutnya.
Saat ini jumlah anggota Tagana mencapai sekitar 35 ribu orang yang tersebar di seluruh Indonesia hingga tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Gus Ipul menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar peran Tagana semakin optimal.
“Penting bagi Kementerian Sosial dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas SDM Tagana melalui pelatihan. Ke depan, Tagana juga diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk di sekolah-sekolah di daerah rawan bencana,” tegasnya.
Ketua Forum Koordinasi Tagana Jakarta Pusat, Benni Suryadilaga, menyampaikan bahwa solidaritas antar relawan menjadi kunci dalam menjalankan berbagai tugas kemanusiaan di lapangan.
“Saya sangat senang Tagana bisa terus bertahan dan mengabdi hingga 22 tahun. Di lapangan, solidaritas antar personel menjadi kunci utama untuk menghadapi berbagai tugas kemanusiaan yang tidak ringan,” katanya.
| No | Provinsi | Jumlah Anggota Tagana |
|---|---|---|
| 1 | DKI Jakarta | 1000 |
| 2 | Jawa Barat | 2000 |
| 3 | Jawa Tengah | 1500 |
| 4 | Jawa Timur | 2500 |
Tagana telah menjadi salah satu kekuatan sosial yang penting dalam penanganan bencana di Indonesia. Dengan jumlah anggota yang mencapai 35 ribu orang, Tagana telah membantu dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, mulai dari evakuasi, kedaruratan, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.
Leave a Reply