Latar Belakang Insiden
Situs Portal Berita Stiperamuntai – 21 April 2026 | Insiden yang melibatkan 54 suporter Aremania terjadi pada saat Arema FC menjamu Persis Solo di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Sabtu, 18 April 2026. Mereka kedapatan mabuk dan membawa barang bukti minuman keras, sehingga menjadi sasaran operasi yang digelar oleh Polri, TNI, dan Presidum Aremania Satu di luar stadion.
Proses Pemeriksaan dan Pembinaan
Setelah ditangkap, 54 suporter Aremania tersebut dibebaskan dari pemeriksaan setelah menerima pembinaan dan jaminan tidak akan mengulangi perbuatan yang sama. Mereka dikembalikan ke masing-masing wilayah dengan disertai orang tua masing-masing. Kasi Humas Polres Malang Jawa Timur, AKP Bambang Subinanjar, menyatakan bahwa para suporter tersebut telah dipulang dan telah mendapat pembinaan.
Tindakan Lanjutan dan Ancaman Blacklist
Para suporter Aremania tersebut akan dipantau dan dilakukan pendataan untuk memastikan mereka tidak melakukan hal-hal yang dilarang selama pertandingan Arema di Kanjuruhan. Jika mereka melakukan kesalahan yang sama, mereka akan diproses dan menerima sanksi, termasuk dilarang masuk (blacklist) dari komunitas supporter Aremania Satu dan dilarang masuk ke dalam stadion. Ketua/Presidium Aremania Satu, Mas Ali Fikri, menyatakan bahwa hal ini disampaikan langsung kepada para suporter.
Operasi Pemeriksaan dan Penemuan Minuman Keras
Sebelumnya, polisi telah mengamankan 54 orang suporter Aremania yang kedapatan dibawah pengaruh minuman keras dan membawa puluhan botol minuman keras berbagai merek. Operasi pemeriksaan dilakukan di Simpang Empat Zipur Kepanjen dan Simpang Tiga Pendaringan. Penemuan ini menunjukkan bahwa para suporter tersebut telah melakukan kesalahan yang serius dan perlu mendapat perhatian khusus.
Dalam beberapa tahun terakhir, insiden kekerasan dan penyalahgunaan minuman keras telah menjadi masalah serius di kalangan suporter sepak bola di Indonesia. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya yang lebih keras untuk mencegah dan menangani insiden tersebut, serta memberikan pendidikan dan pembinaan kepada para suporter untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin mereka.
Leave a Reply