Permasalahan Sampah di Gondoharum Kudus
Situs Portal Berita Stiperamuntai – 12 April 2026 | Sampah yang menumpuk bertahun-tahun di sepanjang jalan utama dukuh Jajar hingga Dukuh Tompe Desa Gondoharum, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, membuat warga sekitar mengeluh. Keberadaan sampah itu semakin hari kian mengkhawatirkan karena terus bertambah dan menimbulkan bau menyengat. Lokasi pembuangan tersebut menjadi titik akhir pembuangan sampah oleh petugas pemungut sampah desa.
Tahun-Tahun Penumpukan Sampah
Amang, salah satu warga, mengungkapkan kondisi ini sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, persoalan sampah tersebut telah terjadi selama lima tahun terakhir. “Setiap hari bertambah dan baunya sangat mengganggu. Apalagi lokasinya dekat jalan utama desa,” ujarnya.
Dampak Sampah terhadap Lingkungan
Sementara itu, jarak lokasi penimbunan sampah hanya sekitar 100 meter dari permukiman warga. Ia pun berharap ada langkah cepat dari pemerintah desa maupun pihak terkait agar persoalan ini tidak semakin membesar di kemudian hari.
Upaya Penanganan
Dikonfirmasi, Kepala Desa Gondoharum, Kasmiran, mengakui persoalan sampah tersebut belum bisa tertangani secara optimal akibat keterbatasan anggaran. Sebab rencana pembangunan tempat pengolahan sampah sebenarnya sudah ada sejak tahun lalu, namun terkendala pencairan dana desa.
“Sebetulnya tahun kemarin sudah dianggarkan untuk tempat pemilahan dan mesin insinerator, tapi dana desa tidak cair, sehingga masih dibuang seperti biasa,” jelas Kades.
Ia menambahkan, lokasi tersebut memang merupakan Tempat Penampungan Sementara (TPS). Namun, karena warga tidak dikenakan retribusi sampah, pengelolaan menjadi terbatas. “Kalau dibawa ke TPA terkendala biaya, karena harus bayar berdasarkan timbangan dan belum dianggarkan,” imbuhnya.
Kades juga mengungkapkan, pihak desa telah merencanakan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). Bahkan, lahan desa seluas sekitar 3.500 meter persegi sudah disiapkan untuk mendukung program tersebut.
“Tahun ini ada bantuan khusus sampah dari Pemkab Kudus sebesar Rp 50 juta, tapi itu untuk pembelian kendaraan roda tiga, bukan pembangunan fasilitas, selain itu juga kami berencana membentuk bank sampah meski belum bisa terealisasi terkena pembangunan gudang,” pungkasnya.
Warga berharap ada solusi yang lebih cepat dan efektif untuk menangani permasalahan sampah di daerah mereka, sehingga lingkungan dapat tetap bersih dan sehat.
Leave a Reply