Situs Portal Berita Stiperamuntai – 04 April 2026 | Lokasi proyek bangunan di Jalan TB Simatupang RT 02/RW 02, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan yang menewaskan empat orang pekerja bangunan, tampak sepi usai kejadian tersebut. Pada hari Sabtu, tidak ada pekerja bangunan maupun mandor yang terlihat di lokasi proyek.
Latar Belakang Kejadian
Proyek bangunan yang masih dalam tahap pembangunan itu disebut-sebut untuk gedung delapan lantai. Lokasinya terbilang strategis karena di sekitarnya terdapat restoran makanan siap saji, masjid, minimarket, dan halte Transjakarta. Salah satu warga, Ikhsan, mengatakan bahwa bangunan itu dibangun sejak awal 2026 dan informasi yang beredar adalah bahwa bangunan itu akan digunakan sebagai kampus.
Kronologi Kejadian
Kronologi kejadian berawal saat dua pekerja bangunan di proyek tersebut berada di lokasi pada Jumat pukul 10.00 WIB. Saat itu, kedua korban diminta oleh sang mandor untuk menguras penampungan air bersih (toren) yang berada di lantai dasar (basement). Kemudian, saat proses pekerjaan pembongkaran penutup, korban terjatuh dalam lubang penampungan dengan kedalaman tiga meter. Korban sempat ditolong oleh rekan kerjanya, namun tidak menggunakan perlengkapan penyelamatan (safety). Akhirnya, rekan kerja korban ikut terjatuh ke dalam penampungan.
Dampak Kejadian
Insiden itu mengakibatkan empat orang terjatuh dan tiga orang sesak napas disebabkan hawa panas dan bau dari toren. Hingga akhirnya, ketiga saksi membawa para korban ke Rumah Sakit Pasar Rebo. Sayangnya, setiba di RS, korban dinyatakan telah meninggal dunia oleh dokter UGD. Polsek Jagakarsa telah mengonfirmasi empat korban tewas dan tiga orang sesak napas usai menghirup gas tangki air pada proyek bangunan bertingkat berlokasi di Jalan TB Simatupang RT 02/RW 02, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Kejadian ini menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan kerja dan pengawasan yang memadai di lokasi proyek. Pemerintah dan pihak terkait harus segera mengambil tindakan untuk memastikan keselamatan pekerja dan mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan. OMC Riau Semai 11 Ton Garam untuk Cegah Karhutla Meluas BPBD Parimo: Pengungsi Banjir Sudah Kembali ke Rumah Pemkot Jaksel Keruk Kali Pesanggrahan Lewat Kerja Bakti S…
Leave a Reply