Situs Portal Berita Stiperamuntai – 08 April 2026 |
Pendahuluan
Penyakit infeksi merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada anak-anak di Indonesia maupun di seluruh dunia. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2020-2024, terjadi peningkatan tren kasus pneumonia, diare, tuberkulosis, dan HIV pada anak-anak Indonesia. Oleh karena itu, penanganan penyakit infeksi pada anak merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan.
Penyebab Penyakit Infeksi Pada Anak
Prof. Dessie Wanda, Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Penyakit Infeksi pada Anak di Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Universitas Indonesia (UI), menyatakan bahwa sistem imun anak masih dalam proses maturasi, sehingga mereka sangat rentan terhadap penyakit infeksi. Faktor eksternal seperti perubahan iklim, karakteristik sosiokultural, perilaku manusia, serta penurunan cakupan imunisasi akibat pandemi COVID-19, juga turut memperburuk situasi ini.
| Penyakit | Jumlah Kasus | Tahun |
|---|---|---|
| Pneumonia | 100.000 | 2020 |
| Diare | 50.000 | 2020 |
| Tuberkulosis | 20.000 | 2020 |
| HIV | 10.000 | 2020 |
Pengobatan Anak Dengan Pendekatan Budaya
Prof. Dessie menekankan bahwa pengobatan anak tidak bisa dilepaskan dari konteks budaya keluarga. Ia menggunakan Culture Care Theory dari Madeleine Leininger, seorang tokoh keperawatan legendaris dari Amerika Serikat, untuk mengintegrasikan ilmu keperawatan modern dengan pendekatan budaya.
- Tindakan keperawatan tidak selalu harus mengubah total budaya pasien.
- Terkadang kita harus melakukan akomodasi atau negosiasi agar pengasuhan tetap berjalan tanpa melanggar prinsip budaya yang dianut keluarga.
Contoh kasus nyata di Indonesia yang menunjukkan pentingnya pendekatan budaya dalam praktik keperawatan adalah masyarakat Badui Dalam yang memiliki pantangan menggunakan teknologi modern, termasuk kendaraan dan tindakan medis tertentu. Dalam kasus yang Prof. Dessie sajikan, seorang anak Badui Dalam mengalami patah tulang, tapi keluarganya lebih memilih pengobatan tradisional melalui tukang urut patah tulang. Namun setelah kondisinya memburuk, akhirnya dilakukan negosiasi dengan pemangku adat agar sang anak tetap mendapat perawatan medis di klinik yang dekat dengan komunitas, tanpa melanggar aturan adat.
Kesimpulan
Penanganan penyakit infeksi pada anak merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Dengan menggunakan pendekatan budaya, kita dapat meningkatkan efektivitas pengobatan dan meminimalkan risiko kematian pada anak-anak. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penanganan penyakit infeksi pada anak, serta mempromosikan pendekatan budaya dalam praktik keperawatan.
Leave a Reply