Kemensos Jemput dan Rawat Lansia WNI Terlantar yang Dipulangkan dari Taiwan

Kemensos Jemput dan Rawat Lansia WNI Terlantar yang Dipulangkan dari Taiwan
Kemensos Jemput dan Rawat Lansia WNI Terlantar yang Dipulangkan dari Taiwan

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 13 April 2026 | Kementerian Sosial memastikan pemulangan dan penanganan lanjutan bagi seorang warga negara Indonesia lanjut usia asal Tanjung Balai, Sumatra Utara, berinisial TTS (61), yang dipulangkan dari Taiwan setelah mengalami kondisi sakit dan terlantar.

Latar Belakang

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial, Supomo, menegaskan negara tidak boleh membiarkan warganya, terutama kelompok rentan seperti lanjut usia, menghadapi kondisi sulit seorang diri. Setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan, terutama bagi mereka yang sedang sakit dan membutuhkan perawatan.

Penanganan TTS

TTS dipulangkan ke Indonesia pada Jumat, 10 April 2026, dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 22.50 WIB. Setibanya di tanah air, TTS langsung dijemput oleh perwakilan Kementerian Sosial melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (RSLU) bersama Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi untuk selanjutnya mendapatkan layanan rehabilitasi sosial dan penanganan lanjutan.

Proses Penanganan

Kasus TTS mulai ditangani Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei sejak 21 Agustus 2025. Berdasarkan penelusuran, TTS masuk ke Taiwan pada 17 Maret 1989 dengan visa pelajar. Setelah kakaknya meninggal dunia, pihak keluarga di Taiwan tidak bersedia merawat, sehingga TTS ditampung oleh Dinas Sosial Kaohsiung.

Tanggal Peristiwa
17 Maret 1989 TTS masuk ke Taiwan dengan visa pelajar
21 Agustus 2025 KDEI Taipei mulai menangani kasus TTS
10 April 2026 TTS dipulangkan ke Indonesia

Penanganan Lanjutan

Setelah berada di STPL Bekasi, TTS akan mendapatkan layanan rehabilitasi sosial secara terintegrasi yang meliputi asesmen kebutuhan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pendampingan lanjutan, termasuk dukungan terhadap kebutuhan medisnya. Kementerian Sosial memastikan seluruh kebutuhan dasar dan layanan sosial TTS terpenuhi selama proses penanganan.

Supomo menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas instansi yang memungkinkan pemulangan dan penanganan TTS berjalan dengan baik. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama, baik dari perwakilan Indonesia di Taiwan, kementerian dan lembaga terkait, maupun jajaran Kemensos. Sinergi seperti ini sangat penting agar layanan kepada warga negara yang rentan bisa dilakukan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.

Dengan demikian, Kementerian Sosial telah menunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan dan layanan sosial yang menyeluruh kepada warga negara Indonesia, terutama mereka yang berada dalam kondisi rentan dan membutuhkan bantuan. Hal ini sejalan dengan tujuan negara untuk memastikan kesejahteraan dan perlindungan warga negara, serta meningkatkan kualitas hidup mereka.

About Cyrill Gerard 78 Articles
Di Makassar, Cyrill Gerard mengembangkan passionnya sebagai penulis sejak 2008, memulai dari blogger hobi yang observatif terhadap dinamika sosial media. Dalam waktu luang, ia menyukai mengoleksi piringan hitam dan menganalisis fenomena di dunia maya. Dengan latar belakang ini, Cyrill membangun identitas sebagai pengamat sosial yang tajam dan kreatif. Ia memadukan hobi dan minatnya untuk menciptakan konten menarik dan inspiratif.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*