KemenPPPA: Ekonomi Keluarga Jadi Kunci Cegah Kekerasan

KemenPPPA: Ekonomi Keluarga Jadi Kunci Cegah Kekerasan
KemenPPPA: Ekonomi Keluarga Jadi Kunci Cegah Kekerasan

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 09 April 2026 | Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, menekankan pentingnya penanganan terpadu dalam kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pendekatan ini dinilai harus melibatkan berbagai pihak lintas sektor agar berjalan efektif dan berkelanjutan.

Penanganan Terpadu

Veronica mengatakan, penanganan kasus kekerasan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk dalam proses penegakan hukum.

"Penanganan harus terintegrasi karena kasus kekerasan melibatkan banyak pihak, mulai dari polisi, jaksa, hingga hakim. Koordinasi lintas sektor menjadi hal yang tidak bisa ditawar dalam sistem perlindungan perempuan dan anak," ujar Veronica.

Rehabilitasi Korban

Selain penanganan hukum, pemerintah juga menaruh perhatian pada aspek rehabilitasi korban secara menyeluruh. Pendampingan psikologis dan pemulihan mental dinilai menjadi bagian penting dalam proses penanganan kasus.

"Tidak hanya penanganan kasus, tetapi juga bagaimana rehabilitasi dan pemulihan psikologis korban dilakukan secara maksimal. Pemerintah juga terus mengupayakan agar pemulihan korban berjalan seiring dengan proses hukum yang adil," katanya.

Penggunaan Dana Nonfisik

Di sisi lain, pemerintah tengah mengoptimalkan penggunaan dana nonfisik untuk memperkuat layanan perlindungan, salah satunya melalui peningkatan peran Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di berbagai wilayah.

UPTD diharapkan dapat bekerja lebih sinergis dengan Direktorat PPA PPO yang telah dibentuk di lingkungan kepolisian. Kolaborasi ini dinilai mampu mempercepat penanganan kasus serta memperluas jangkauan layanan bagi korban.

"Kami mendorong UPTD dapat bersinergi dengan Direktorat PPA PPO agar penanganan kasus lebih cepat dan tepat. Penguatan kelembagaan menjadi bagian dari strategi nasional perlindungan perempuan dan anak," ujarnya.

Veronica menegaskan, persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak dapat dilepaskan dari faktor ekonomi. Lemahnya ketahanan ekonomi keluarga dinilai menjadi salah satu akar utama permasalahan.

"Pada akhirnya, persoalan ekonomi yang lemah dan kemiskinan menjadi akar masalah. Pendekatan pencegahan harus menyasar aspek kesejahteraan keluarga, termasuk yang memicu stunting," tutupnya.

About Albina Potushnyak 50 Articles
Di antara hiruk pikuk kota Malang, hiduplah Albina Potushnyak, seorang penulis yang tidak sengaja menginjakkan kaki di dunia berita setelah lulus dari jurusan sastra. Ketika tidak sibuk menyelami buku sejarah dan mencari inspirasi, dia bisa ditemukan menyaksikan pertandingan e-sports sambil berteriak-teriak seperti penggemar sejati. Sejak menapakkan karirnya sejak 2019, Albina telah membuktikan bahwa bahkan mereka yang "nyasar" bisa menemukan jalan mereka sendiri dan membuatnya penuh dengan tawa dan kata-kata yang tajam.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*