Imbas Perang Timur Tengah, Perusahaan di Kudus Mulai Terapkan WFH

Imbas Perang Timur Tengah, Perusahaan di Kudus Mulai Terapkan WFH
Imbas Perang Timur Tengah, Perusahaan di Kudus Mulai Terapkan WFH

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 08 April 2026 | Perang yang terjadi di Timur Tengah berimbas terhadap perusahaan di Indonesia. Salah satu perusahaan, yakni Pura Group, mendukung kebijakan pemerintah terkait imbauan work from home (WFH) sebagai upaya efisiensi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia.

Latar Belakang

Penetapan WFH dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan jenis-jenis pekerjaan. Agung Subani, Direktur HR-GA Pura Group, mengatakan perusahaan tetap berkomitmen menjaga keseimbangan antara kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dan keberlangsungan operasional industri.

"Kami mendukung setiap kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk kepentingan nasional, termasuk efisiensi energi dan keberlanjutan dunia usaha," ujar Agung Subani.

Penerapan WFH

Terkait penerapan WFH hanya dilakukan pada fungsi-fungsi tertentu yang bersifat back office atau work anywhere. Sementara itu, pekerja di lini produksi tetap harus menjalankan aktivitas seperti biasa karena berkaitan langsung dengan operasional mesin di pabrik.

"Bagian produksi dan operasional pabrik, kegiatan tetap berjalan dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," terangnya.

Penyesuaian Sistem Kerja

Dijelaskan Agung, Pura Group sebenarnya telah mulai melakukan penyesuaian sistem kerja. Untuk kantor perwakilan dengan menerapkan kebijakan lima hari kerja. Untuk penerapan lima hari kerja pada unit produksi direncanakan mulai berlaku pada 16 April 2026 mendatang.

Kebijakan yang dilakukan ini sudah mempertimbangkan kesiapan sistem penggajian (payroll) perusahaan agar berjalan optimal.

Dampak Kenaikan Harga Minyak Dunia

Agung mengaku dampak kenaikan harga minyak dunia turut berdampak pada operasional perusahaan, khususnya pada unit usaha percetakan. Seperti pada produk berbasis solvent dengan sistem rotogravure menjadi yang paling terdampak karena menggunakan bahan turunan minyak.

"Produk solvent base banyak diaplikasikan pada plastik dan aluminium mengalami tekanan dari sisi bahan baku. Makanya, mengantisipasi dampak tersebut, kami telah melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari efisiensi di berbagai lini, pencarian bahan substitusi, hingga penyesuaian proses produksi dan kalkulasi harga produk," paparnya.

Ia berharap kondisi krisis global segera membaik agar iklim usaha kembali stabil dan tidak berdampak pada efisiensi tenaga kerja.

About Nikolaj Møller 39 Articles
Dari kota dingin Malang, muncul seorang jurnalis muda yang tidak terduga - Nikolaj Møller, yang awalnya terjun ke dunia sastra tetapi malah tertarik dengan dunia berita. Di balik profesinya, ia memiliki hobi yang unik: mengoleksi tanaman hias dan menjelajahi langit malam untuk mempelajari astronomi. Karirnya yang dimulai sejak 2011 telah membawanya ke dalam berbagai petualangan menarik, dan siapa sangka seorang pecinta kata-kata akan jatuh cinta dengan dunia berita?

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*