Harga Kedelai Meroket, Perajin Tempe Perkecil Ukuran

Harga Kedelai Meroket, Perajin Tempe Perkecil Ukuran
Harga Kedelai Meroket, Perajin Tempe Perkecil Ukuran

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 07 April 2026 | Perang yang terjadi di Timur Tengah berdampak luas utamanya bagi perajin tempe di Kota Malang Jawa Timur. Dampak perang berimbas pada kenaikan harga kedelai yang jadi bahan baku utama tempe.

Dampak Perang pada Harga Kedelai

Naiknya harga kedelai tidak hanya terjadi dalam hitungan hari, melainkan sudah dalam hitungan menit. Arifianto, salah satu karyawan pada industri tempe di sentra produksi tempe Sanan Kota Malang Jawa Timur, mengungkapkan bahwa harga kedelai rata-rata naik sejak seminggu setelah perang.

“Tadi pagi harga kedelai masih Rp9.600, saat ini harganya sudah Rp10.500 perkilo, padahal rata-rata untuk satu kali produksi membutuhkan kedelai antara 1-2 ton itu untuk yang dijual ke pasar,” katanya.

Perajin Tempe Perkecil Ukuran

Karena kenaikan harga kedelai, perajin terpaksa memperkecil ukuran dan ketebalan tempe. “Jika biasanya 1 cm untuk ukuran maka dikurangi ½ cm termasuk ketebalan tempe dengan harga yang tetap dan kecilnya ukuran tempe telah diberitahukan ke konsumen kalau untuk menaikkan harga jual jelas tidak mungkin apalagi di sulitnya kondisi saat ini. Dan bahan baku tempe bersumber dari kedelai yang masih import,” jelasnya.

Dampak pada Konsumen

Dampak dari kenaikan harga kedelai dan perkecilan ukuran tempe juga dirasakan oleh konsumen. Mereka harus membayar harga yang sama untuk ukuran tempe yang lebih kecil. Hal ini tentu saja mempengaruhi daya beli dan kualitas hidup konsumen.

Perlu diingat bahwa perang di Timur Tengah memiliki dampak yang luas dan kompleks, tidak hanya pada harga kedelai dan tempe, tetapi juga pada perekonomian dan kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting untuk memantau situasi dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menghadapi dampak-dampak tersebut.

About Candice Da Silva 36 Articles
Di balik karya-karyanya yang mendalam, Candice Da Silva menampilkan diri sebagai seorang penulis yang memadukan keahlian teknik dengan ketertarikan pada dinamika politik lokal, semua itu dibalut dengan hobi memasak masakan pedas yang memicu rasa. Berbasis di Jogja, ia memulai karirnya pada tahun 2023, membawa perspektif unik yang elegan dan profesional ke dalam setiap tulisannya. Dengan latar belakang yang kuat dalam bidang teknik, Candice membawa wawasan yang berbeda ke dalam analisis politik dan sastra. Gaya penulisannya yang sangat profesional dan elegan membuatnya menjadi suara yang disegani di kancah sastra Jogja.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*