Situs Portal Berita Stiperamuntai – 10 April 2026 | Gabungan Pengusaha Makanan Bergizi Indonesia (Gapembi) Jawa Timur mendesak pemerintah pusat untuk memberikan standar khusus serta harga khusus terkait pembelian bahan pokok dan sayuran serta buah ditengah ketidakstabilan harga.
Latar Belakang
Saat ini, penyedia SPPG yang tergabung dalam Gapembi Jawa Timur berharap pemerintah pusat dapat memberikan standar khusus serta harga khusus terkait pembelian bahan pokok dan sayuran serta buah ditengah ketidakstabilan harga. Ketua Gapembi Jawa Timur, Makrus Soleh, mengatakan bahwa sangat sulit untuk mendapatkan bahan pokok yang berkualitas.
"Sangat sulit akan bahan baik itu sayuran, buah dan kebutuhan lainnya," kata Makrus.
Permasalahan yang Dihadapi
"Termasuk sayuran hingga lauknya harus kualifikasi atau grade A karena sulit mendapatkan bahan maka kita beli semuanya meskipun grade B dan harus dipilah kembali," jelasnya.
Harga yang Tidak Stabil
Selain sulitnya mendapatkan bahan untuk diolah, harga juga menjadi persoalan. Makrus mencontohkan harga telur di HET yang ditetapkan BGN perkilogram Rp25 ribu, sedangkan harga di pasar sudah Rp26 ribu bahkan bisa Rp28 ribu.
"Kita dipatok harus sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) tetapi harga di luar susah ditebak," ungkap pemilik Restoran Ocean Garden ini.
Makrus juga menambahkan bahwa Gapembi mengapresiasi upaya yang telah dilakukan BGN termasuk menetapkan tata kelola dan aturan yang terus disempurnakan sebagai upaya untuk mencapai tujuan yang diharapkan pemerintah pada program MBG.
Oleh karena itu, Gapembi Jawa Timur berharap pemerintah pusat dapat memberikan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan ketersediaan bahan pokok dan harga yang tidak stabil. Dengan demikian, penyedia SPPG dapat menyediakan makanan yang berkualitas dan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
Leave a Reply