BPBD: Huntap untuk Korban Bencana Pasaman Barat Masih Tahap Evaluasi

BPBD: Huntap untuk Korban Bencana Pasaman Barat Masih Tahap Evaluasi
BPBD: Huntap untuk Korban Bencana Pasaman Barat Masih Tahap Evaluasi

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 07 April 2026 | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, Sumatera Barat menyatakan bahwa bantuan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana alam masih dalam tahap evaluasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Proses Evaluasi Huntap

Dia mengatakan bahwa jika telah selesai evakuasi, maka dana bantuan itu akan ditransfer ke rekening masing-masing penerima.

Pembangunan Hunian Tetap

Pembangunan hunian tetap bagi rumah rusak berat itu berada di Kecamatan Kinali sebanyak tiga unit, satu unit di Kecamatan Gunung Tuleh, tiga unit di Kecamatan Pasaman, 11 unit di Kecamatan Talamau, dan 12 unit di Kecamatan Ranah Batahan.

Pembangunan huntap itu nantinya sebanyak empat unit akan dibangun di lokasi awal dan 26 unit dibangun di lokasi baru atau relokasi mandiri.

Pelaksanaan Pembangunan

Untuk pelaksanaan pembangunannya nanti, informasi awal akan dilakukan oleh pihak TNI dengan satu spesifikasi untuk keseluruhannya.

Percepatan pembangunan huntap itu tentu tidak hanya menyangkut fisik, tetapi juga memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai ketentuan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Pihaknya memprioritaskan untuk melakukan percepatan pemenuhan syarat administratif dan aspek teknis lainnya sehingga masyarakat korban bencana alam bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak.

Kita berharap huntap bisa direalisasikan dengan cepat sehingga korban bencana alam bisa memperoleh rumah yang layak.

Bantuan Rumah Rusak Sedang dan Ringan

Pasaman Barat merupakan salah satu daerah yang terdampak bencana alam pada akhir November 2025 lalu.

Sejumlah rumah warga mengalami rusak berat, sedang, dan ringan.

Untuk bantuan rumah rusak sedang dan ringan telah disalurkan ke penerima sebanyak Rp1.005.000.000 dengan rincian untuk rumah rusak sedang sebanyak Rp450 juta untuk pembangunan 15 unit rumah.

Satu rumah memperoleh Rp30 juta.

Untuk bantuan bagi rumah rusak ringan sebesar Rp555 juta untuk pembangunan 37 unit rumah.

Masing-masing rumah memperoleh bantuan Rp15 juta.

Dengan demikian, diharapkan masyarakat korban bencana alam bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman.

About Cyrill Gerard 28 Articles
Di Makassar, Cyrill Gerard mengembangkan passionnya sebagai penulis sejak 2008, memulai dari blogger hobi yang observatif terhadap dinamika sosial media. Dalam waktu luang, ia menyukai mengoleksi piringan hitam dan menganalisis fenomena di dunia maya. Dengan latar belakang ini, Cyrill membangun identitas sebagai pengamat sosial yang tajam dan kreatif. Ia memadukan hobi dan minatnya untuk menciptakan konten menarik dan inspiratif.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*