Situs Portal Berita Stiperamuntai – 13 April 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang menyatakan bahwa benda bercahaya yang terlihat di langit wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur bukan merupakan rudal, melainkan sampah antariksa atau roket yang terbakar ketika memasuki atmosfer.
Latar Belakang Kejadian
Benda langit bercahaya tersebut pertama kali terlihat pada Sabtu, 11 April 2026, pukul 18.46 WIB di wilayah Kecamatan Slorok, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penampakan ini kemudian direkam oleh kamera ponsel warga dan diunggah melalui akun Instagram @malang_kidulan.
Penjelasan dari BMKG
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, menjelaskan bahwa benda langit bercahaya tersebut bukanlah rudal, melainkan kemungkinan besar adalah sampah antariksa atau tahap roket yang terbakar saat memasuki atmosfer bumi. Ia juga menjelaskan bahwa cahaya terang yang berasal dari sampah atmosfer tersebut menyerupai ekor ubur-ubur atau disebut sebagai space jellyfish, yang disebabkan oleh pantulan sinar matahari pada gas buang roket.
| Tanggal | Lokasi | Keterangan |
|---|---|---|
| 4 April 2026 | Lampung | Penampakan benda langit bercahaya |
| 9 April 2026 | Natuna | Penampakan benda langit bercahaya |
| 11 April 2026 | Kabupaten Malang, Jawa Timur | Penampakan benda langit bercahaya |
Reaksi Masyarakat dan Penjelasan BMKG
Ricko Kardoso meminta masyarakat tidak perlu panik terhadap munculnya penampakan benda langit bercahaya tersebut. Ia menjelaskan bahwa fenomena ini sering terjadi di wilayah khatulistiwa, karena merupakan jalur orbit satelit dan sampah antariksa yang terbakar. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap fenomena ini.
Penampakan benda langit bercahaya di Kabupaten Malang, Jawa Timur, bukanlah fenomena yang aneh atau menakutkan. Dengan penjelasan dari BMKG, masyarakat dapat memahami bahwa fenomena ini merupakan hal yang normal dan tidak perlu menimbulkan kepanikan.
Leave a Reply