Situs Portal Berita Stiperamuntai – 07 Mei 2026 | Ajang Penaburnesia 2026 diselenggarakan sebagai panggung untuk mewujudkan potensi bakat dan pelestarian seni bagi ratusan anak didik di jenjang TK, SD, SMP, dan SMA di Indonesia. Ketua Yayasan BPK Penabur, Adri Lazuardi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan upaya sekolah untuk menyeimbangkan prestasi akademik dengan kemampuan non-akademik siswa.
Latar Belakang Penaburnesia 2026
Penaburnesia 2026 merupakan penyelenggaraan keempat kalinya dan telah menjadi pusat perhatian dari 426 anak bertalenta asal 15 kota di seluruh Indonesia. Adri Lazuardi mengungkapkan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa memperluas ruang ekspresi anak dan potensi budaya yang ada.
Tujuan Penaburnesia 2026
Tujuan dari Penaburnesia 2026 adalah untuk melestarikan seni anak Indonesia dan memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengekspresikan bakat dan kemampuan mereka. Dengan tema "Panggung Ekspresi Anak Indonesia", ajang ini diikuti oleh 426 peserta dari 15 kota mulai jenjang TK, SD, SMP, dan SMA.
Kategori dan Pemenang Penaburnesia 2026
Kategori yang dipertandingkan dalam Penaburnesia 2026 antara lain pertunjukan seni dan budaya, seperti menyanyi, menari (tari modern dan tradisional), komedi tunggal, puisi, dan bermusik. Setiap kategori terdapat lima pemenang yang diumumkan panitia. Pemenang kategori E atau SLTA adalah PENTA SWANA dari SMAK Penabur Kota Tangerang, yang menunjukkan performa berupa perpaduan band dan tari.
Penaburnesia 2026 juga didukung oleh seluruh orang tua anak yang dinilai kooperatif dan antusias dalam mendukung siswa-siswa untuk berkompetisi dalam ajang budaya dan seni tersebut. Ketua Panitia Pelaksana Penaburnesia 2026, Clara Yunita, mengakui bahwa geografis dan keberagaman budaya di setiap daerah sempat menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan acara tahun ini.
Penaburnesia 2026 memiliki visi membuka partisipasi yang lebih luas ke depannya. BPK Penabur berharap bisa mengundang sekolah-sekolah lain di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dan menjadi ruang yang lebih besar bagi anak-anak Indonesia untuk berekspresi.
Leave a Reply