Harga Nikel Stabil di Angka 17 Ribu Dolar AS per Ton

Harga Nikel Stabil di Angka 17 Ribu Dolar AS per Ton
Harga Nikel Stabil di Angka 17 Ribu Dolar AS per Ton

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 08 April 2026 | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa harga nikel mulai stabil di angka 17 ribu dolar AS per ton setelah Indonesia menerapkan kebijakan pemangkasan kuota produksi nikel.

Latar Belakang

Sebelum pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan pemangkasan kuota produksi nikel, harga komoditas tambang tersebut berada di kisaran 14 ribu–15 ribu dolar AS per ton. Penyebab dari rendahnya harga nikel kala itu adalah karena terjadi pasokan nikel berlebih atau oversupply nikel di pasar dunia sekitar 200–250 ribu ton.

Dampak Kebijakan Pemangkasan Kuota Produksi

Sejak Indonesia mengumumkan akan melakukan kontrol terhadap produksi nikel pada 23 Desember 2025, harga nikel di pasar dunia langsung mengalami peningkatan. Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyampaikan bahwa harga nikel sempat mencapai 18.600 dolar AS per ton, kemudian stabil di angka 17-an, yaitu sekitar 17.200–17.400 dolar AS per ton.

Harapan dan Tujuan Kebijakan

Tri Winarno berharap agar kontrol produksi yang dilakukan oleh Kementerian ESDM dapat mencegah terjadinya oversupply nikel, sehingga harga komoditas tambang tersebut dapat membaik. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi pemain yang menentukan harga nikel di pasar dunia, mengingat 65 persen suplai nikel di dunia berasal dari Indonesia.

Tri Winarno juga menyampaikan bahwa jumlah volume produksi nikel untuk 2026 yang sudah disetujui oleh pemerintah berada di kisaran 190–200 juta ton. Adapun kuota produksi nikel yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM untuk 2026 turun menjadi 250–260 juta ton, apabila dibandingkan dengan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025 sebesar 379 juta ton.

Pemangkasan kuota produksi nikel tersebut dilandasi oleh ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan atau supply dan demand batu bara maupun nikel di pasar internasional, utamanya sepanjang 2025.

Dengan kebijakan pemangkasan kuota produksi nikel, diharapkan harga nikel dapat stabil dan meningkat, sehingga membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

About Marcos Méndez 29 Articles
Dari Semarang, kota yang penuh dengan cerita, Marcos Méndez memulai petualangannya di dunia penulisan sejak 2014, sering membawanya keliling Indonesia untuk menyajikan liputan yang menarik. Sebagai seorang tech enthusiast, ia selalu menggabungkan teknologi dengan passionnya pada buku sejarah, menciptakan perspektif unik dalam setiap tulisannya. Dalam perjalanan karirnya, Marcos Méndez terus mengeksplorasi dan mencari inspirasi baru, membentuknya menjadi penulis yang dinamis dan kreatif.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*