Khofifah Ajak Elemen Masyarakat Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kemarau

Khofifah Ajak Elemen Masyarakat Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kemarau
Khofifah Ajak Elemen Masyarakat Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kemarau

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 05 Mei 2026 | Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kemarau ekstrem akibat fenomena El Nino pada peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026.

Latar Belakang

Khofifah menekankan kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menekan risiko dan dampak bencana, sehingga langkah antisipatif harus dilakukan secara terencana, terukur, dan berbasis data. Selaras temanya Siap untuk Selamat: Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana, seluruh daerah diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau.

Peran Masyarakat

Tak hanya pemerintah daerah, masyarakat juga diimbau berperan aktif dalam pencegahan bencana. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah tanpa pengawasan, menggunakan air secara bijak, serta segera melaporkan potensi bencana kepada pemerintah setempat.

"Saya imbau masyarakat tidak melakukan hal-hal yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," katanya.

Indeks Risiko Bencana

Sinergi pemerintah dan masyarakat dinilai efektif dalam pencegahan dan penanggulangan bencana, tercermin dari tren penurunan Indeks Risiko Bencana (IRB) Jawa Timur. IRB Jatim tercatat 117,26 pada 2021, turun menjadi 108,69 pada 2022, 101,65 pada 2023, dan 95,75 pada 2024, naik menjadi 108,36 pada 2025.

IRB merupakan indikator yang mengukur tingkat risiko bencana berdasarkan bahaya, kerentanan, dan kapasitas daerah. BNPB adalah Badan Nasional Penanggulangan Bencana, sedangkan IKD adalah Indeks Ketahanan Daerah. Jawa Timur memiliki potensi bencana beragam, seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, kekeringan, hingga karhutla.

Prediksi Musim Kemarau

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Timur mulai Mei di sekitar 56,9 persen wilayah, dengan puncak Agustus mencakup 70,9 persen wilayah dan periode kritis hingga 72,5 persen wilayah. Durasi kemarau diperkirakan mencapai 220 hingga 240 hari.

Khofifah mengajak seluruh elemen memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Dengan demikian, diharapkan Jawa Timur dapat menghadapi kemarau dengan lebih siap dan tangguh.

About Albina Potushnyak 288 Articles
Di antara hiruk pikuk kota Malang, hiduplah Albina Potushnyak, seorang penulis yang tidak sengaja menginjakkan kaki di dunia berita setelah lulus dari jurusan sastra. Ketika tidak sibuk menyelami buku sejarah dan mencari inspirasi, dia bisa ditemukan menyaksikan pertandingan e-sports sambil berteriak-teriak seperti penggemar sejati. Sejak menapakkan karirnya sejak 2019, Albina telah membuktikan bahwa bahkan mereka yang "nyasar" bisa menemukan jalan mereka sendiri dan membuatnya penuh dengan tawa dan kata-kata yang tajam.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*