Pengakuan Internasional bagi UMM
Situs Portal Berita Stiperamuntai – 03 Mei 2026 | Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah mencapai tonggak penting dalam pengembangan inovasi air. UMM secara resmi dikukuhkan sebagai pemegang mandat UNESCO Chair on Sustainable Water Ecosystem Sustainability of Indonesia 2026. Pengakuan prestisius ini diterima langsung oleh Utusan Khusus PBB untuk Isu Air, Dra. Retno Lestari Priansari Marsudi, LL.M.
Krisis Air Global
Retno membongkar realitas mengerikan terkait kondisi air global yang makin terancam oleh perubahan iklim, termasuk lenyapnya 600 gigaton gletser dunia di tahun 2023. Secara garis besar, dunia kini dihadapkan pada tiga krisis air ekstrem. Bencana alam seperti banjir telah mengganggu 400 juta nyawa dan merugikan ekonomi hingga 550 miliar Dolar AS di tahun 2024. Ancaman kekeringan juga diproyeksikan akan memaksa 700 juta orang mengungsi pada 2030, dan berdampak pada tiga perempat populasi bumi di tahun 2050.
Selain itu, 2,2 miliar penduduk dunia belum memiliki akses air minum aman, memicu rentetan penyakit mematikan akibat sanitasi yang buruk. Krisis ini berpotensi melumpuhkan ketahanan pangan dunia mengingat 70% serapan air tawar digunakan secara langsung untuk sektor pertanian.
Inovasi dan Pengembangan
Melalui mandat UNESCO Chair ini, Retno menaruh harapan besar agar UMM terus menjadi penggerak inovasi dalam riset teknologi efisiensi air, daur ulang, desalinasi, hingga sistem pendingin (cooling system) hemat air. Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menegaskan bahwa arah pengembangan kampus tidak lagi semata berorientasi pada capaian akademik.
UMM mengintegrasikan kurikulum dengan pengalaman belajar berbasis ekosistem dan kebutuhan riil masyarakat. Pengelolaan air menjadi salah satu fokus utama yang dikembangkan sebagai solusi strategis, termasuk melalui pemanfaatan energi mikrohidro dan penguatan ketahanan wilayah.
Pengelolaan air yang dikembangkan oleh UMM tidak berhenti pada aspek teknis, tetapi menjadi bagian dari solusi berkelanjutan yang langsung dirasakan masyarakat. Kolaborasi lintas institusi menjadi kunci dalam menghadirkan akses air yang lebih layak, terutama bagi wilayah yang sebelumnya mengalami keterbatasan.
Dalam acara wisuda ke-121 yang dipusatkan di DOME UMM, Retno Marsudi juga melihat secara langsung pemanfaatan air yang di gagas UMM dalam bentuk pembangkit listrik tenaga air yang dimiliki UMM. Retno menitipkan pesan kepada ribuan wisudawan agar terus membawa semangat pelestarian lingkungan ke tengah masyarakat, mengingat mandat UNESCO yang diterima Kampus Putih bukan sekadar penghargaan, melainkan sebuah amanah besar.
Leave a Reply