Situs Portal Berita Stiperamuntai – 02 Mei 2026 | Pesawat milik Saudi Airlines yang mengangkut 380 calon haji asal Jawa Timur telah mendarat dengan selamat di Madinah, Arab Saudi, setelah sebelumnya mengalami gangguan teknis.
Perjalanan Pesawat Haji
Pesawat tersebut berangkat dari Embarkasi Surabaya dan membawa calon haji dari Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sebelumnya, pesawat melakukan pendaratan teknis di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, untuk mengisi bahan bakar.
Namun, setelah proses pengisian bahan bakar selesai, ditemukan gangguan pada sistem hidrolik roda pesawat sehingga penerbangan tidak dapat langsung dilanjutkan. Pesawat harus menjalani perbaikan terlebih dahulu sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju Tanah Suci.
Proses Perbaikan dan Penundaan
Selama proses perbaikan yang berlangsung sekitar 24 jam, para calon haji dievakuasi dan diinapkan sementara di sejumlah hotel yang berada di sekitar Bandara Kualanamu. Kepala PPIH Medan Zulkifli Sitorus memastikan bahwa seluruh jamaah mendapatkan pelayanan yang baik selama masa penundaan keberangkatan, termasuk fasilitas akomodasi serta konsumsi yang disediakan oleh maskapai.
Setelah perbaikan selesai, pesawat kembali melanjutkan perjalanan dan tiba di Bandara Madinah pada pukul 04.22 Waktu Arab Saudi. Para jamaah langsung diarahkan menuju hotel masing-masing dan seluruhnya telah menempati penginapan pada pukul 05.35 waktu setempat.
Peran Bandara Kualanamu
Bandara Kualanamu memiliki peran penting sebagai titik pendaratan teknis bagi pesawat haji untuk pengisian bahan bakar sebelum melanjutkan perjalanan menuju Tanah Suci. Director of Operation and Services PT Angkasa Pura Aviasi Dedy Sri Cahyono menjelaskan bahwa Bandara Kualanamu telah melayani 274 penerbangan haji yang melakukan pendaratan teknis di bandara tersebut pada musim haji tahun ini.
Bandara Kualanamu juga turut melayani proses embarkasi bagi jamaah calon haji asal Sumatera Utara pada periode 22 April hingga 11 Mei 2026, serta fase debarkasi yang dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 21 Juni 2026. Dedy menambahkan bahwa operasional penerbangan haji berjalan terkendali dengan dukungan kapasitas apron dan area parkir pesawat yang memadai.
Dengan demikian, PPIH dan pihak terkait telah berusaha maksimal untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan para jamaah haji selama perjalanan ke Tanah Suci. Hal ini merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji yang sukses dan bermakna.
Leave a Reply