Pentingnya Peran Kepengurusan Daerah
Situs Portal Berita Stiperamuntai – 01 Mei 2026 | National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) menegaskan pentingnya peran kepengurusan daerah sebagai fondasi utama dalam mencetak atlet paralimpiade berprestasi hingga level internasional. Program kerja yang tepat di daerah, ditambah dukungan penuh pemerintah provinsi, dinilai menjadi kunci lahirnya atlet-atlet potensial masa depan.
Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun, menjelaskan bahwa pembinaan dan penjaringan atlet muda harus dimulai dari daerah sebelum masuk ke pembinaan nasional yang lebih terarah. Karena itu, setiap pengurus daerah perlu mendapat perhatian dan dukungan yang setara dari pemerintah masing-masing.
Program Pembinaan dan Penjaringan Atlet
NPC Indonesia sendiri terus memperkuat pembinaan melalui program “Mendobrak Batas”, yakni pencarian atlet muda berbakat di berbagai daerah. Program ini telah menjangkau 26 provinsi dan mendata ribuan calon atlet potensial yang selanjutnya akan diseleksi untuk menjalani pembinaan intensif di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) Delingan, Karanganyar, Jawa Tengah.
“Kita sudah lakukan program pencarian atlet di 26 provinsi, sudah dapat ribuan calon atlet yang ke depan akan kita sortir lagi. Kita akan pilih mana yang bisa dimaksimalkan dan mana yang tidak bisa,” ujar Senny.
Persiapan Menghadapi Agenda Internasional
Selain pembinaan jangka panjang, NPC Indonesia kini juga fokus menghadapi dua agenda internasional besar pada 2026, yakni Asian Para Games di Nagoya, Jepang, dengan keikutsertaan 11 cabang olahraga, serta IFCPF World Cup 2026 di Amerika Serikat untuk tim sepak bola cerebral palsy (CP) Indonesia.
Tim sepak bola CP Indonesia mencatat sejarah dengan lolos untuk pertama kalinya ke IFCPF World Cup 2026 sebagai wakil utama Asia setelah Iran didiskualifikasi. Indonesia akan didampingi Australia sebagai wakil Asia lainnya.
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, berharap Rakernas NPC Indonesia mampu menghasilkan kebijakan strategis untuk memperkuat pembinaan nasional. “Mudah-mudahan rakernas ini bisa menghasilkan suatu kebijakan dari NPC Indonesia, khususnya program kegiatan strategis untuk pembinaan, kompetisi serta peningkatan mutu tenaga keolahragaan dan tenaga sarana prasarana,” kata Surono.
Dengan begitu, regenerasi atlet paralimpiade Indonesia menuju panggung internasional dapat berlangsung berkelanjutan. NPC Indonesia terus mendorong hal ini agar terus disosialisasikan, agar NPC semua daerah merata.
Leave a Reply