Situs Portal Berita Stiperamuntai – 01 Mei 2026 | Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mewujudkan swasembada energi nasional paling lambat pada 2029, dengan fokus mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) dan beralih ke energi terbarukan.
Latar Belakang
Pemerintah menjadikan kemandirian energi sebagai salah satu prioritas utama dalam pembangunan nasional. Ia menekankan bahwa target tersebut bukan sekadar rencana jangka panjang, melainkan komitmen yang akan dikejar secara cepat dan terukur.
“Swasembada energi target kita akhir 2029, paling lambat. Kalau bisa lebih dulu, ya kita akan bekerja cepat,” ujar Prabowo saat kunjungan kerja di SMA Negeri 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).
Potensi Sumber Daya Energi
“Kita optimistis, Yang Mahakuasa memberi karunia kita sumber-sumber yang luar biasa,” tegasnya.
Pengelolaan Sumber Daya Energi
Ia juga mengingatkan bahwa potensi tersebut tidak akan berarti tanpa pengelolaan yang baik dan komitmen kuat untuk menjaganya. Sebab menurutnya, pengelolaan yang baik dapat melindungi Indonesia dari konflik kepentingan global.
“Tinggal kita pandai mengelola atau tidak, kita berani menjaga atau tidak,” pungkas presiden.
Dalam upaya mewujudkan swasembada energi, pemerintah perlu meningkatkan produksi energi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor. Hal ini dapat dilakukan dengan mengembangkan sumber daya energi terbarukan seperti solar, angin, dan hidro.
Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan efisiensi penggunaan energi dan mengurangi konsumsi energi yang tidak perlu. Dengan demikian, Indonesia dapat mencapai swasembada energi dan meningkatkan kemandirian energi nasional.
Leave a Reply