Rumah Zakat Buka “Posko Segar” bagi Jemaah Haji Majalengka

Rumah Zakat Buka "Posko Segar" bagi Jemaah Haji Majalengka
Rumah Zakat Buka "Posko Segar" bagi Jemaah Haji Majalengka

Pendahuluan

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 27 April 2026 | Rumah Zakat telah membuka “Posko Segar” bagi jemaah haji Majalengka. Posko ini berdiri di sisi barat, depan Pos Pam Pendopo dan memberikan kesegaran di tengah cuaca panas. Sejak posko segar dibuka, sejumlah jemaah haji yang telah memasuki area pendopo menggunakan armada bis, bisa mampir di Posko Segar dan boleh mengambil buah, air mineral dan kipas secara gratis.

Tentang Posko Segar

Posko Segar yang diinisiasi Rumah Zakat Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, saat pelepasan Jemaah Haji Majalengka kloter 06 di halaman Pendopo Majalengka, Sabtu (25/4/2026) disambut antusias ratusan jemaah haji. Posko yang berdiri di sisi barat, depan Pos Pam Pendopo dan memberikan kesegaran di tengah cuaca panas tersebut sedikitnya telah menyediakan buah potong segar 300 cup, air mineral 300 botol dan kipas anyaman produk UMKM lokal 300 kipas.

“Hari ini dalam rangka kolaborasi dengan pemkab Majalengka, kementrian haji dan umroh Majalengka, ikut memberikan sedikit kebahagiaan mensupport pemerintah dalam rangka memberi pelayanan lebih baik, yaitu dengan menyediakan posko segar,” tutur Relawan Rumah Zakat, Hasan Muhamad.

Tentang Rumah Zakat

Rumah Zakat adalah sebagai lembaga filantropi dan sebagai lembaga amil zakat nasional serta lembaga yang sudah tersertifikasi dari beberapa dinas terkait. Fokus terhadap pemberdayaan yaitu pendidikan, kesehatan dan ekonomi, rumah zakat tersebar d seluruh Indonesia dan untuk program pemberdayaan di Majalengka ada 7 titik di 7 desa yaitu desa weragati, Parakan, bantarujeg. Cigaeluh , babajurang dan kelurahan Cijati, untuk pemberdayaan berbasis desa.

“Rumah Zakat yang ada di Majalegka itu adalah Relawan Pemberdayaan yang disebut Relawan Inspirasi berbasis Desa. Nama programnya Desa Berdaya, dengan 1 orang Relawan inspirasi di masing masing Desa berdaya,” paparnya.

Program Pemberdayaan Rumah Zakat

Salah satu kelebihan dari program Pemberdayaan Rumah Zakat , menurut Hasan, adalah relawannya berdomisili di desa binaan dan 24 Jam bersama Peserta Program (PP) mustahik yang jadi sasaran program.

“Kelebihan lainnya adalah adanya program capacity building (pembinaan masyarakat pekanan) untuk meningkatkan kapasitas Peserta Program. Dan berbagai pelatihan insidental sesuai kebutuhan Peserta Program,” tandasnya.

Saat ini dari 7 desa berdaya binaan Rumah Zakat di Majalengka, hadir dengan beragam program unggulan, diantaranya, Desa weragati, memiliki program unggulan pendidikan dengan mendirikan Rumah Quran dan kelas tahfidz. Program ekonomi dengan mendirikan koperasi Rumah Bambu Weragati (pusat kerajinan bambu modern).

Desa Parakan, dengan program unggulan Rumah Quran dan program kewirausahaan. Desa Bantarujeg, memiliki program desa ramah lansia (kesehatan), koperasi syariah azziyad (ekonomi dan Rumah Quraan. Desa Cigaleuh, dengan program unggulan desa ramah lansia dan Kewirausahaan.

Desa babajurang, memiliki program unggulan desa bebas stunting, Rumah Quran dan koperasi kampung domba. Kemudian, Kelurahan Cijati, dengan program unggulan desa bebas stunting, rumah literasi dan Kewirausahaan.

“Kalau program pembinaan pekanan, di tiap desa ada semua baik melalui majlis taklim, gerakan subuh berjamaah, silaturahim tokoh dan lainnya. Semua kegiatan Rumah Zakat terkoneksi dengan dinas terkait. Kolaboratif dan penthahelik. Dan semua lembaga yang didirikan sebagai wadah pemberdayaan sudah berlegalitas hukum (85%),” ungkapnya.

Kesuksesan Program Rumah Zakat

Hasan Muhamad menyebut, dari sejumlah lembaga binaan Rumah Zakat banyak prestasi yang telah ditorehkan diantarnya adalah Rumah Bambu Weragati.

Dengan adanya program pemberdayaan yang dilaksanakan oleh Rumah Zakat, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di desa-desa binaan. Program ini juga dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain untuk mengembangkan program pemberdayaan yang serupa.

About Cyrill Gerard 212 Articles
Di Makassar, Cyrill Gerard mengembangkan passionnya sebagai penulis sejak 2008, memulai dari blogger hobi yang observatif terhadap dinamika sosial media. Dalam waktu luang, ia menyukai mengoleksi piringan hitam dan menganalisis fenomena di dunia maya. Dengan latar belakang ini, Cyrill membangun identitas sebagai pengamat sosial yang tajam dan kreatif. Ia memadukan hobi dan minatnya untuk menciptakan konten menarik dan inspiratif.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*