Situs Portal Berita Stiperamuntai – 25 April 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu yang menyebut uang negara saat ini hanya tersisa Rp120 triliun. Purbaya menegaskan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih berada pada level yang memadai.
Latar Belakang Isu
Isu tentang sisa uang negara sebesar Rp120 triliun mulai merebak, namun Purbaya langsung membantahnya. Menurutnya, dana tersebut merupakan Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah yang biasa diparkir di Bank Indonesia (BI). SAL ini mencapai Rp420 triliun, dan Rp120 triliun yang disebutkan merupakan bagian dari jumlah tersebut.
Penjelasan SAL dan Penggunaannya
Pemerintah menempatkan dana SAL sebesar Rp200 triliun di BI, yang kemudian disusul tambahan Rp100 triliun menjelang periode Lebaran. Tujuan dari penempatan dana ini adalah untuk memastikan likuiditas perbankan tetap terjaga di tengah potensi peningkatan kebutuhan dana masyarakat. Namun, Purbaya menegaskan bahwa penempatan dana tersebut bersifat deposito on call, yang bisa diambil oleh pemerintah ketika dibutuhkan.
Pendapatan Negara dan Belanja Pemerintah
Hingga akhir Maret 2026, pendapatan negara tercatat mencapai Rp574,9 triliun, atau tumbuh 10,5 persen (year-on-year/yoy). Lonjakan ini utamanya ditopang oleh pertumbuhan penerimaan pajak secara keseluruhan sebesar 20,7 persen (yoy). Sementara belanja pemerintah tumbuh 31,4 persen (yoy) dan defisit APBN terjaga pada level 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Menkeu memastikan APBN tetap solid dan mampu menjadi peredam gejolak di tengah ketidakpastian geopolitik global. Dengan demikian, pemerintah yakin bahwa kondisi keuangan negara tetap stabil dan siap menghadapi tantangan yang mungkin timbul.
Leave a Reply