Situs Portal Berita Stiperamuntai – 24 April 2026 | Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, menerima audiensi Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026). Pertemuan tersebut membahas percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Balikpapan sebagai bagian dari program prioritas nasional.
Latar Belakang Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat merupakan program strategis yang diarahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Program ini harus dijalankan dengan cepat, tepat, dan berkualitas. Sekolah Rakyat dirancang menjadi yang terbaik, baik dari sisi fasilitas, pengelolaan, maupun kualitas pembelajaran.
Target Pembangunan Sekolah Rakyat
Pemerintah telah menyelenggarakan 166 sekolah rakyat rintisan yang menggunakan fasilitas sementara milik Kementerian Sosial dan kementerian/lembaga lain. Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 104 sekolah permanen serta penambahan unit sekolah rintisan baru.
| Tahun | Jumlah Sekolah Rakyat |
|---|---|
| 2026 | 104 sekolah permanen dan penambahan unit sekolah rintisan baru |
Konsep Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep berasrama (boarding school) yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin pada desil 1 dan 2 DTSEN. Setiap sekolah akan dilengkapi fasilitas lengkap seperti ruang kelas, asrama, laboratorium, perpustakaan, hingga sarana olahraga, dengan kebutuhan lahan minimal 6,8 hektare.
- Ruang kelas
- Asrama
- Laboratorium
- Perpustakaan
- Sarana olahraga
Tujuan utamanya adalah memutus transmisi kemiskinan. Negara tidak ingin anak dari keluarga miskin tetap berada dalam lingkaran kemiskinan.
Peran Pemerintah Daerah
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyampaikan kesiapan menyukseskan program rakyat. Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan sekolah di Balikpapan masih cukup tinggi.
Daya tampung sekolah kami masih terbatas. Lulusan SD yang masuk ke SMP sekitar 60 persen, dan dari SMP ke SMA sekitar 50 persen. Sekolah Rakyat tentu sangat membantu.
Namun, ia juga menyampaikan bahwa ketersediaan lahan menjadi tantangan, karena sebagian areal yang dimiliki belum memenuhi syarat luas minimal dan masih dalam proses legalisasi.
Menanggapi hal tersebut, Wamensos Agus Jabo mendorong Pemerintah Kota Balikpapan segera mengajukan proposal usulan pembangunan, meskipun proses administrasi lahan masih berjalan.
Yang penting diusulkan terlebih dahulu agar masuk dalam perencanaan. Administrasi bisa menyusul selama ada progres yang jelas.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah serta optimalisasi berbagai sumber dukungan untuk mempercepat realisasi program.
Turut mendampingi Wakil Wali Kota Balikpapan dalam audiensi tersebut, Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan Arfiansyah, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Herawaty, serta Staf Ahli Hendrik Wien.
Dengan demikian, percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Balikpapan dapat terwujud dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama anak-anak dari keluarga miskin.
Leave a Reply