Situs Portal Berita Stiperamuntai – 19 April 2026 | Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa para pengelola perpustakaan di Sekolah Rakyat tidak hanya bertugas mengelola buku, tapi juga harus mampu mengubah pola pikir dan kreatif mendorong siswa gemar membaca.
Tujuan Sekolah Rakyat
Tujuan Presiden Prabowo Subianto menggagas penyelenggaraan Sekolah Rakyat adalah untuk mempersiapkan anak didik yang pintar, berkarakter, terampil dan mampu memutus transmisi kemiskinan pada masa mendatang. Menurutnya, salah satu hal mendasar untuk mencapai target tersebut, yakni dengan meningkatkan literasi melalui kebiasaan membaca buku.
Perpustakaan Sekolah Rakyat
Agus Jabo mengingatkan, perpustakaan di sekolah rakyat harus menjadi sentra kegiatan para siswa. Mereka harus ditingkatkan minat bacanya. Perpustakaan di sekolah rakyat harus memiliki sarpras yang ideal, buku yang bagus, berkualitas sesuai dengan apa yang menjadi target dari sekolah rakyat itu dan tentunya supaya anak-anak kerasan, enjoy didalam membaca buku-buku di perpustakaan tersebut.
Meningkatkan Literasi
Membaca, kata dia, adalah lentera dapat mengubah kegelapan menjadi terang benderang. Agus Jabo berharap nantinya buku-buku yang tersedia di perpustakaan banyak berisi literatur tentang sejarah perjuangan para pahlawan nasional. Dengan demikian, kelak anak-anak Sekolah Rakyat tak hanya pintar, tapi karakter nasionalismenya juga kuat, cinta tanah air dan bangsa.
Wamensos Agus Jabo Priyono juga berpesan ke pengelola perpustakaan untuk menanamkan dan membangun jati diri kebangsaan para siswa. Ia berharap dari Sekolah Rakyat ini 10 tahun, 20 tahun ke depan mereka sudah menjadi pemimpin-pemimpin bangsa yang hebat, yang tidak hanya mengubah keluarganya dari kemiskinan menjadi makmur, tetapi juga menjadi pelopor pemimpin bangsa Indonesia untuk menjadikan bangsa yang bangkit, menjadi bangsa yang besar, bangsa yang adil dan makmur.
Semua ini, lanjut dia, hanya bisa diraih melalui perpustakaan-perpustakaan di sekolah-sekolah rakyat. Dengan cara mereka harus ditingkatkan minat bacanya. Agus Jabo meminta para pengelola perpustakaan memiliki karakter gemar membaca dan terus mengasah kemampuan mengelola perpustakaan secara profesional.
Leave a Reply