Irman Gusman Ungkap Kiprah dan Keteladanan Ginandjar Kartasasmita

Irman Gusman Ungkap Kiprah dan Keteladanan Ginandjar Kartasasmita
Irman Gusman Ungkap Kiprah dan Keteladanan Ginandjar Kartasasmita

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 11 April 2026 | Senator RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, menilai Ginandjar Kartasasmita sebagai salah satu tokoh bangsa yang memiliki kiprah panjang dan keteladanan dalam berbagai fase penting pembangunan Indonesia, mulai dari reformasi kelembagaan hingga penguatan peran daerah melalui Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Profil Ginandjar Kartasasmita

Ginandjar Kartasasmita dikenal sebagai tokoh bangsa dalam pemerintahan, pembangunan ekonomi, serta penguatan kelembagaan negara. Ia merupakan salah satu tokoh yang memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan, pembangunan, dan penguatan kelembagaan negara.

Kiprah Ginandjar Kartasasmita

Ginandjar Kartasasmita memiliki kiprah yang panjang dalam berbagai fase penting pembangunan Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko Ekuin) dan berperan dalam stabilisasi ekonomi nasional. Ia juga berperan dalam proses amandemen UUD 1945 yang mengubah struktur ketatanegaraan, termasuk lahirnya Dewan Perwakilan Daerah.

Peluncuran Buku Biografi

Peluncuran buku biografi Ginandjar Kartasasmita: Pengabdian dari Masa ke Masa, Perjalanan, Pergulatan Hidup, dan Pemikiran, diadakan di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (9/4/2026). Acara tersebut dihadiri oleh Irman Gusman, Djoko Suyanto, Rachmat Pambudy, Sofyan A. Djalil, Fadel Muhammad, dan sejumlah tokoh nasional lainnya.

Irman Gusman menyampaikan apresiasi atas peluncuran buku tersebut dan menilai karya biografi itu sebagai dokumentasi penting perjalanan pengabdian seorang tokoh bangsa dan warisan positif bagi generasi muda Indonesia.

Peluncuran buku tersebut juga menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang pengabdian Ginandjar Kartasasmita, yang dikenal sebagai tokoh bangsa dalam pemerintahan, pembangunan ekonomi, serta penguatan kelembagaan negara.

Relasi Panjang Sejak Pra-Reformasi

Kedekatan Irman dan Ginandjar telah terjalin sejak lebih dari tiga dekade lalu, ketika Irman masih aktif sebagai pengusaha muda, sebelum kemudian terjun ke panggung politik nasional. Hubungan keduanya semakin intens pada 1996 saat mereka berada dalam satu panel diskusi yang diselenggarakan Kompas bersama sejumlah tokoh nasional, antara lain Jusuf Kalla dan Hamzah Haz.

Relasi tersebut berlanjut pasca-reformasi. Pada 1999, keduanya kembali bertemu dalam proses pembentukan representasi daerah di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Pada saat itu, Ginandjar menjadi anggota MPR dari unsur utusan daerah mewakili Jawa Barat, sementara Irman mewakili Sumatera Barat.

Meletakkan Fondasi DPD RI

Kebersamaan keduanya berlanjut pada 2004 ketika Dewan Perwakilan Daerah (DPD) terbentuk melalui pemilu langsung. Ginandjar terpilih sebagai Ketua DPD RI pertama, sementara Irman menjadi Wakil Ketua.

Kepemimpinan tersebut, menurut Irman, menjadi tonggak penting dalam fase awal pembentukan DPD sebagai lembaga negara baru, yang tidak hanya membangun struktur organisasi, tetapi juga merumuskan arah kelembagaan, tata kerja, dan posisi representasinya dalam sistem ketatanegaraan Indonesia pascareformasi.

Dalam periode inilah, fondasi peran DPD sebagai saluran aspirasi daerah mulai dikonsolidasikan secara institusional.

Di bawah kepemimpinan Pak Ginandjar, DPD RI mulai membangun fondasi kelembagaan, tata kerja, serta memperkuat peran daerah dalam memperjuangkan kepentingan regional di tingkat pusat. Kami bersama-sama merintis agar DPD menjadi rumah besar bagi aspirasi daerah.

Peran dalam Stabilisasi Ekonomi

Selain kiprah politik dan kelembagaan, Irman juga mengungkapkan peran Ginandjar dalam bidang ekonomi nasional. Ia menyebut Ginandjar sebagai teknokrat senior yang turut berperan dalam stabilisasi ekonomi bersama B. J. Habibie pada masa krisis ekonomi 1997–1998.

Krisis tersebut tidak semata dipicu gejolak moneter, tetapi juga oleh merosotnya kepercayaan pasar terhadap pemerintah yang berdampak pada lonjakan inflasi dan pelemahan tajam nilai tukar rupiah hingga mendekati kisaran Rp15.000 per dolar Amerika Serikat.

Dalam situasi tersebut, Ginandjar yang saat itu menjabat Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko Ekuin) memiliki peran penting dalam upaya pemulihan stabilitas ekonomi, terutama penguatan kembali nilai tukar rupiah hingga bergerak menuju kisaran Rp7.000 – 8.000 per dolar AS.

Bagi Irman, kontribusi tersebut menegaskan posisi Ginandjar sebagai tokoh bangsa yang tidak hanya hadir dalam setiap fase penting pembangunan Indonesia, tetapi juga ikut membentuk arah kebijakan nasional, dari stabilisasi ekonomi, reformasi kelembagaan, hingga penguatan peran daerah.

Jejak pengabdian beliau bukan sekadar tercatat dalam jabatan, tetapi hidup dalam arah kebijakan dan cara kita memandang pembangunan bangsa yang lebih inklusif hingga pelosok daerah dan berkeadilan.

About Cyrill Gerard 61 Articles
Di Makassar, Cyrill Gerard mengembangkan passionnya sebagai penulis sejak 2008, memulai dari blogger hobi yang observatif terhadap dinamika sosial media. Dalam waktu luang, ia menyukai mengoleksi piringan hitam dan menganalisis fenomena di dunia maya. Dengan latar belakang ini, Cyrill membangun identitas sebagai pengamat sosial yang tajam dan kreatif. Ia memadukan hobi dan minatnya untuk menciptakan konten menarik dan inspiratif.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*