IJIF 2026 Dorong Penguatan Investasi Berkelanjutan Indonesia-Jepang

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 31 Mei 2026 | Indonesia-Japan Investment Forum (IJIF) 2026 yang diselenggarakan di Tokyo pada Jumat, 22 Mei 2026, menjadi momentum penting dalam memperkuat kemitraan ekonomi IndonesiaJepang sekaligus mendorong peningkatan investasi Jepang, terutama di sektor prioritas nasional.

Latar Belakang

Forum ini dihadiri oleh sekitar 130 pelaku usaha dan mitra strategis Jepang, serta didukung oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, JETRO, Danantara Indonesia, ASEAN-Japan Centre (AJC), Japan-Indonesia Association (JAPINDA) Inc, KEK Industropolis Batang, dan Miura & Partners.

Tujuan IJIF 2026

Wakil Duta Besar RI untuk Jepang, Maria Renata Hutagalung, menegaskan bahwa Jepang bukan hanya berperan sebagai investor utama, tetapi juga merupakan mitra pembangunan strategis penting bagi Indonesia dalam mendukung transformasi industri nasional. IJIF 2026 bertujuan untuk mendorong peningkatan investasi Jepang di Indonesia, terutama di sektor prioritas nasional seperti energi hijau, agroindustri berkelanjutan, hilirisasi pangan, dan sektor lainnya.

Keunggulan Investasi di Indonesia

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki beberapa keunggulan untuk investasi asing, yaitu indikator fundamental ekonomi yang kuat, sinergi kebijakan antara kebijakan fiskal pemerintah yang terintegrasi dengan prinsip disiplin fiskal dan bauran kebijakan Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi yang kuat disertai ekosistem keuangan digital yang berkembang, reformasi struktural yang terus berjalan, serta komitmen menuju ekonomi yang inklusif dan hijau.

Berikut adalah tabel perbandingan investasi Jepang di Indonesia:

Tahun Investasi Jepang di Indonesia (USD) Pertumbuhan Rata-Rata Tahunan
2021-2025 17,1 miliar 13,2%
2021-Triwulan I 2026 18,1 miliar 13,2%

Peluang Investasi di Indonesia

Direktur Promosi Wilayah Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah dan Afrika, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Cahyo Purnomo, menyampaikan bahwa realisasi investasi langsung Jepang di Indonesia pada periode 2021 hingga triwulan I 2026 mencapai USD 18,1 miliar dengan pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 13,2 persen.

Berikut adalah daftar proyek prioritas investasi nasional yang dipresentasikan dalam IJIF 2026:

  • Agricultural Waste Utilization for Biomass Energy di Grobogan, Jawa Tengah
  • Food-Based Palm Oil Derivative Commodities (Oleofood) on Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) Special Economic Zone (SEZ) di Kalimantan Timur
  • Tin Downstream Industry di Jawa Timur
  • Industropolis Batang Special Economic Zone (SEZ) di Batang, Jawa Tengah
  • Giant Sea Wall di Teluk Jakarta
  • D-HUB Special Economic Zone di BSD City, Tangerang, Banten

Dalam forum tersebut, dua perusahaan Jepang turut menyampaikan minat investasinya di Indonesia melalui Letter of Intent (LoI), yakni Four Pride Japan Co., Ltd. untuk proyek energi terbarukan melalui perkebunan dan pengolahan tanaman Pongamia serta ONODA Inc. untuk pengembangan industri perakitan smart-gas meter di Indonesia.

Rangkaian IJIF 2026 ditutup dengan sesi business matching/one-on-one meeting yang mempertemukan investor Jepang dengan para pemilik proyek strategis Indonesia, sebagai langkah nyata untuk mendorong terwujudnya kerja sama investasi yang konkret, berkelanjutan, dan saling menguntungkan bagi kedua negara.

About Marcos Méndez 513 Articles
Dari Semarang, kota yang penuh dengan cerita, Marcos Méndez memulai petualangannya di dunia penulisan sejak 2014, sering membawanya keliling Indonesia untuk menyajikan liputan yang menarik. Sebagai seorang tech enthusiast, ia selalu menggabungkan teknologi dengan passionnya pada buku sejarah, menciptakan perspektif unik dalam setiap tulisannya. Dalam perjalanan karirnya, Marcos Méndez terus mengeksplorasi dan mencari inspirasi baru, membentuknya menjadi penulis yang dinamis dan kreatif.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*