Situs Portal Berita Stiperamuntai – 31 Mei 2026 | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak akan naik walau kurs dolar AS terhadap rupiah tembus Rp17.877 per dolar.
Latar Belakang
Wakil Menteri ESDM Yuliot memberi keterangan ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (29/5/2026). Menurutnya, untuk kenaikan harga BBM yang untuk subsidi, ini kan sudah disampaikan bahwa tidak akan naik hingga akhir tahun.
Stok BBM Aman
Selain harga, Yuliot juga menyampaikan bahwa stok BBM pun aman, bahkan berada di atas cadangan minimal. Adapun standar minimal stok operasional nasional berada di angka 23 hari. Misalkan untuk Pertalite itu jauh di atas cadangan minimal, dan juga untuk solar CN48 itu juga di atas cadangan minimal.
Pasokan BBM Nonsubsidi
Untuk pasokan BBM nonsubsidi, Yuliot juga menyampaikan ketersediaannya cukup secara nasional. Dalam menghadapi kurs rupiah yang melemah terhadap dolar AS, Yuliot mengatakan pemerintah terus mendorong peningkatan produksi minyak di dalam negeri. Selain itu, pemerintah juga mempersiapkan kilang di dalam negeri.
Nilai tukar kini menembus level psikologis baru di kisaran Rp17.700-Rp17.800 per dolar AS. Padahal, suku bunga acuan (BI-Rate) telah dinaikkan 50 basis poin (bps) ke level 5,25 persen demi memperkuat stabilisasi rupiah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan meskipun rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada April 2026 sebesar 117,31 dolar AS per barel, harga BBM bersubsidi tetap aman. Ia merujuk kepada rata-rata harga minyak mentah Indonesia dari Januari 2026 yang belum menyentuh batas 100 dolar AS per barel.
Oleh karena itu, Bahlil kembali menekankan bahwa harga BBM bersubsidi masih aman hingga akhir tahun 2026. Pemerintah akan terus memantau dan mengambil kebijakan untuk menjaga stabilitas harga BBM di dalam negeri.
Leave a Reply