Kemenag: Terduga Pelaku Cabul di Pekalongan Bukan Pimpinan Ponpes

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 30 Mei 2026 | Direktur Pesantren Kementerian Agama Basnang Said menegaskan bahwa terduga pelaku cabul terhadap sejumlah perempuan di Pekalongan dipastikan bukan pimpinan pondok pesantren, melainkan pemimpin padepokan.

Latar Belakang Kasus

Kasus ini mulai terungkap setelah beberapa perempuan melaporkan pengalaman mereka yang tidak menyenangkan di sebuah lembaga yang diklaim sebagai pondok pesantren di Pekalongan. Namun, setelah melakukan penyelidikan, Kementerian Agama menemukan bahwa lembaga tersebut sebenarnya adalah padepokan, bukan pondok pesantren.

Penjelasan dari Kemenag

Tindakan Selanjutnya

Kasus ini telah dibahas bersama melalui rapat koordinasi di Dinas P3A dan PPKB Kabupaten Pekalongan pada 11 Mei 2026. Rapat dihadiri berbagai pihak dari otoritas Kabupaten Pekalongan. Karena lembaga tidak terdaftar baik di Kemenag maupun Kesbangpol maka diputuskan bahwa kasus tersebut ditangani Polres Pekalongan.

Laporan dari para korban sudah masuk ke Polresta Pekalongan dan ditindaklanjuti dengan mengamankan pengasuh Padepokan Padhang Ati ke Mapolresta Pekalongan pada 27 Mei 2026. Basnang menegaskan bahwa Kemenag mendukung proses hukum yang dilakukan oleh aparat dan tidak ada toleransi bagi tindak kekerasan seksual di mana pun dan oleh siapa pun.

Dalam menangani kasus ini, Kemenag berharap dapat memberikan dampak yang positif dalam mencegah kasus serupa di masa depan. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

About Marcos Méndez 504 Articles
Dari Semarang, kota yang penuh dengan cerita, Marcos Méndez memulai petualangannya di dunia penulisan sejak 2014, sering membawanya keliling Indonesia untuk menyajikan liputan yang menarik. Sebagai seorang tech enthusiast, ia selalu menggabungkan teknologi dengan passionnya pada buku sejarah, menciptakan perspektif unik dalam setiap tulisannya. Dalam perjalanan karirnya, Marcos Méndez terus mengeksplorasi dan mencari inspirasi baru, membentuknya menjadi penulis yang dinamis dan kreatif.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*