Situs Portal Berita Stiperamuntai – 09 April 2026 | Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) sepakat memperkuat ekosistem ekonomi perdesaan melalui integrasi program pengelolaan zakat yang menyasar ribuan desa di seluruh Indonesia.
Latar Belakang
Kolaborasi ini disepakati dalam agenda audiensi BAZNAS RI dan Kemendes PDT di Jakarta, Senin (6/4/2026). Berbagai program kolaborasi akan dilaksanakan, seperti pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa. Langkah ini dinilai sebagai strategi paling krusial untuk mengoptimalkan potensi zakat langsung dari lingkungan terkecil.
Program Kolaborasi
Selain itu, terdapat kolaborasi yang menyentuh sektor produktif, seperti pengembangan peternakan desa melalui Program Balai Ternak BAZNAS hingga penguatan ekonomi warga melalui sinergi bersama koperasi-koperasi di tingkat desa. Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyebut “Desa Zakat” di Kabupaten Ciamis akan menjadi percontohan pertama untuk kolaborasi ini dan akan segera diadaptasi di wilayah lain, termasuk Kabupaten Serang dalam waktu dekat.
Manfaat dan Dampak
Lebih lanjut, BAZNAS akan menyinergikan program-program pemberdayaan tersebut dengan basis data dan jaringan luas yang dimiliki kementerian hingga ke tingkat terkecil. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kemandirian ekonomi desa yang kuat melalui pembentukan UPZ Desa sebagai motor penggeraknya. Menteri Desa PDT, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif kolaborasi bersama BAZNAS RI yang dinilai sangat sejalan dengan visi kementerian dalam membangun desa.
Integrasi program pemberdayaan seperti UPZ Desa menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui pengelolaan dana filantropi yang tepat sasaran. Audiensi strategis ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan dari kedua belah pihak. Delegasi BAZNAS RI dipimpin oleh Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., bersama Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM.
Dari pihak Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, hadir Menteri Desa PDT, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., didampingi Sekretaris Jenderal, Dr. Taufik Madjid, S.Sos., M.Si., serta Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal, Dr. Drs. Mulyadin Malik, M.Si., CIGS. Dengan demikian, kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan memperkuat ekonomi perdesaan di Indonesia.
| No | Program | Deskripsi |
|---|---|---|
| 1 | Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa | Pembentukan unit pengumpul zakat di tingkat desa untuk mengoptimalkan potensi zakat |
| 2 | Program Balai Ternak BAZNAS | Pengembangan peternakan desa untuk meningkatkan ekonomi warga |
| 3 | Sinergi dengan Koperasi Desa | Penguatan ekonomi warga melalui sinergi bersama koperasi-koperasi di tingkat desa |
Kesimpulan Program
Dengan kolaborasi ini, BAZNAS RI dan Kemendes PDT berharap dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Program-program yang dilaksanakan diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Indonesia dan memperkuat ekonomi perdesaan secara keseluruhan.
Leave a Reply