Situs Portal Berita Stiperamuntai – 16 Mei 2026 | Pembangunan infrastruktur pascapanen merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi penanganan hasil panen di berbagai wilayah. Baru-baru ini, Perum Bulog telah menyatakan bahwa 100 titik pembangunan infrastruktur pascapanen telah rampung disetujui dalam rapat koordinasi terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan siap ditindaklanjuti ke tahap administrasi berikutnya.
Latar Belakang Pembangunan Infrastruktur Pascapanen
Pembangunan infrastruktur pascapanen diperlukan karena kapasitas penyimpanan beras pemerintah semakin terbatas seiring meningkatnya stok nasional. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa kapasitas penyimpanan beras pemerintah saat ini sudah mencapai 4,9 juta ton, sehingga pemerintah kewalahan dalam menyimpan beras.
Penyelesaian Tahapan Administrasi
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bahwa tindak lanjut dari penyetujuan 100 titik pembangunan infrastruktur pascapanen mencakup penyelesaian tahapan administrasi lanjutan yaitu penandatanganan oleh Menteri Pertanian dan Menteri Koordinator Bidang Pangan untuk pengesahan. Selain itu, proses administrasi terkait studi kelayakan, pertimbangan teknis, dan asesmen awal telah rampung dilakukan.
“Studi kelayakan dari Bulog itu sudah disetujui 100 persen, kemudian pertimbangan teknis dari Kementerian Pertanian juga sudah 100 persen, ditambah dari BUMN berupa asesmen juga sudah 100 persen,” ujarnya.
Rincian Pembangunan Infrastruktur Pascapanen
Pembangunan infrastruktur pascapanen tidak hanya berupa gudang, tetapi disesuaikan dengan potensi wilayah masing-masing titik. Ahmad mengatakan bahwa kapasitas gudang bervariasi mulai dari 1.000 ton hingga 3.500 ton per unit, dengan tambahan fasilitas seperti pengering (dryer), rice milling unit (RMU), dan pengemasan di daerah tertentu.
“Kalau kami hitung dengan total jumlah bangunan, itu lebih kurang untuk (menampung) sekitar 900.000 ton,” ujarnya.
Pembangunan akan diprioritaskan di wilayah sentra produksi pangan seperti Jawa, Lampung, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan, sekaligus menjangkau daerah terpencil seperti Morotai dan Natuna. Menurut dia, infrastruktur pascapanen itu disiapkan untuk memperkuat stok pangan nasional serta meningkatkan efisiensi penanganan hasil panen di berbagai wilayah.
Anggaran Pembangunan Infrastruktur Pascapanen
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp5 triliun untuk pembangunan 100 titik tersebut. Menurut dia, infrastruktur yang dibangun akan menggunakan desain yang menyesuaikan perkembangan teknologi penyimpanan.
“Anggaran totalnya Rp5 triliun, ya, di 100 titik. Gudangnya ini didesain sesuai dengan perkembangan teknologi. Kemarin Kepala BRIN mengatakan ini bisa tahan 2 tahun. Jadi beras bisa tahan 2 tahun di gudang,” ungkap dia.
Infrastruktur pascapanen yang dibangun diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penanganan hasil panen dan memperkuat stok pangan nasional. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat secara luas.
Leave a Reply