Situs Portal Berita Stiperamuntai – 15 Mei 2026 | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi rawan longsor di Jakarta Selatan (Jaksel) dan Jakarta Timur (Jaktim) sebagai upaya mitigasi bencana saat musim hujan.
Upaya Mitigasi Bencana
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyatakan bahwa pihaknya sudah sering melakukan susur sungai, terutama di Ciliwung, untuk memetakan dan mengamati titik-titik yang berpotensi longsor, serta berkoordinasi dengan pihak kelurahan.
Peran BPBD DKI
BPBD DKI memiliki peran sebagai koordinator dalam penanganan bencana dengan memperkuat koordinasi lintas instansi, termasuk pemerintah kelurahan.
Berdasarkan peraturan gubernur, lurah mempunyai peran sebagai manajer bencana di wilayahnya masing-masing sehingga dapat berkoordinasi langsung dengan berbagai pihak tanpa harus melalui jalur birokrasi berjenjang.
Wilayah Potensi Rawan Longsor
Berdasarkan prakiraan potensi gerakan tanah April 2026 yang disusun dari hasil overlay peta kerentanan dan curah hujan, sejumlah wilayah di Jakarta masuk ke dalam kategori zona menengah.
Di Jakarta Selatan, wilayah tersebut meliputi beberapa kecamatan, yaitu Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan, sedangkan di Jakarta Timur mencakup Kecamatan Kramatjati dan Kecamatan Pasar Rebo.
Pada zona menengah, gerakan tanah berpotensi terjadi apabila curah hujan berada di atas normal, terutama di area sekitar lembah sungai, tebing, atau lereng yang mengalami gangguan.
BPBD DKI mengimbau lurah, camat, serta masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor, terutama saat intensitas hujan tinggi.
Yohan menegaskan bahwa antisipasi perlu dilakukan sejak dini agar dampak bencana dapat diminimalkan.
Leave a Reply